Masyarakat Desa Penggalian Minta Pemerintah Aktifkan Belajar di Sekolah dan Tak Pernah Dapat CSR

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


DailySatu.com, Masyarakat Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengeluhkan tidak adanya Coorporate Social Resposibility (CSR) dari perusahaan kebun sawit baik milik pemerintah maupun milik swasta. Selain itu juga masyarakat meminta kepada pemerintah agar mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah, karena sudah terlalu lama belajar melakukan belajar daring yang dinilai sangat memberatkan orang tua dan membuat anak bertambah jarang belajar.

“Para orang tua memang sudah sangat menginginkan anak-anak mereka masuk sekolah dan belajar seperti biasa. Hal ini dikarenakan sudah terlalu lama mengikuti bejalar daring selama Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) dan persoalan CSR dari perusahaan kebun sawit yang tidak pernah diterima masyarakat,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai NasDem Dimas Triadji S.I.Kom saat melakukan Reses Sidang II Tahun Sidang II 2020-2021 yang dimulai dari Tangga 21-28 Februari 2021untuk daerah pemilihan (Dapil) Sumut IV (Kab. Sergai – Kota Tebing Tinggi) dibeberapa desa yang salah satunya di Desa Penggalian yang dihadiri Sekretaris Camat Tebing Syahbandar Edy Suryanto, Kepala Desa PenggalianSyaiful Amri Damanik, Banisa dan Babinkamtibmas serta para tokoh masyarakat.

Dijelaskan Dimas, selain jenuhnya mengikuti proses belajar daring yang dinilai memberatkan para orang tua akibat harus membeli kuota paket internet, alasan lain juga dikarenakan susahnya akses jaringan internet yang didesa mereka.

“Harus diakui memang saat ini para orang tua memang sudah jenuh dengan pembelajaran secara daring ini. Hampir disetiap desa dan dusun saya menggelar reses, keluhan para orang tua selalu belajar daring. Akan tetapi perlu diingat bahwa ini sudah menjadi ketetapan dari pemerintah baik

Pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota untuk mencegah penyebaran virus corona dan menyelamatkan para generasi bangsa agar tidak tertular virus tersebut,” terang Dimas yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Sumut.

Dimas juga menambahkan bahwa beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan bahwa akan membuka proses belajar mengajar disemua instansi pendidikan pada Juli 2021 mendatang.

“Kemarin, beberapa hari lalu Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa sekolah akan dibuka kembali pada Bulan Juli 2021 mendatang. Maka dari itu, saya minta kepada para orang tua untuk bersabar demi kesehatan anak-anak,” pungkasnya.

Sementara Karni salah seorang warga Desa Penggalian mengatakan kesulitan para orang tua dan siswa untuk belajar daring di desa mereka yakni tidak adanya akses jaringan internet. Selain itu, proses belajar daringnya juga 1 Minggu sekali.

“Perlu diketahui Pak Dimas, anak-anak kami yang masih di bangku Sekolah Dasar (SD) dulunya belajar daring seminggu 3 kali, sekarang sudah 1 Minggu sekali dan jaringan internet di desa kami sangat payah. Sehingga anak-anak kami kesulitan mengikuti belajar daring,” tandas Karni.

Salah seorang warga lainnya Joni Amalen Saragih mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Penggalian tidak pernah menerima CSR dari perusahaan kebun sawit yang ada di desa mereka dari dahulu sampai sekarang.

“Perlu diketahui Pak Dimas, perusahaan kebun sawit yang ada di desa kami tidak pernah memberikan CSR nya ke masyarakat. Padahal desa kami dikelilingi oleh kebun sawit baik milik pemerintah maupun milik swasta. Maka dari itu, kami meminta agar bapak memberikan solusi terkai hal ini,” tuturnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini