Kapolsek Kota Sidikalang dan Camat Sitinjo Mediasi Warga Yang Menutup Jalan Alternatif

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Warga Dusun lll Lae Serambon Desa Sitinjo,Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Senin (22/2/2021) melakukan aksi penutupan jalan dengan menggunakan batu. Sehingga, kendaraan yang akan melintas di jalur alternatif Jalan Rimo Bunga tidak bisa melintas dan tertahan.

Penutupan badan jalan oleh warga, dikarenakan banyaknya debu yang membuat polusi udara dan merusak tanaman pertanian. Selain itu, akibat kendaraan yang melintas melebihi tonase membuat rumah warga bergetar.

Mendapat informasi penutupan jalan oleh warga, Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH melalui Kapolsek Sidikalang Iptu Sukanto Berutu langsung turun ke lokasi menemui warga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dan melakukan mediasi.Terkait permasalahan yang terjadi.

Kapolsek Sidikalang kepada dailysatu mengatakan, penutupan jalan oleh warga Dusun III Lae Sirambon, Desa Sitinjo, karena warga merasa keberatan terkait efek dari jalur alternatif kendaraan yang melintas dari Dusun mereka menyebabkan polusi udara.

“Dimana debu banyak yang menempel di dinding rumah mereka dan merusak Tanaman pertanian. Sekarang ini anak-anak mereka telah batuk-batuk akibat polusi udara,”ucap Sukanto.

"Bukan itu saja, dampak mobil truck yang melintas dan melebihi tonase membuat rumah warga bergetar,” tembah Sukanto.

Selanjutnya Kapolsek Sidikalang bersama personel Polres Dairi dan Camat Sitinjo melakukan mediasi dan memberikan pencerahan kepada warga, yang mana dasar kebijakan pemerintah daerah menggunakan jalan tersebut sebagai jalur alternatif.

Serta melakukan kordinasi dengan Pemkab Dairi terkait langkah- langkah yang akan dibuat untuk mengatasi keluhan warga.

“Kami juga mengimbau kepada warga setempat untuk menghentikan penyetopan terhadap kenderaan yang melintas, demi kelancaran arus lalu lintas di jalur alternatif dan menggeser tumpukan batu ditengah jalan,” terang Sukanto.

Melalui kesepakatan bersama dengan warga, jalan alternatif akan dilakukan penyiraman secara rutin oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengurangi efek debu yang membuat polusi udara dan membuat rambu-rambu terkait tonase kendaraan yang dapat melintas.

“Juga menghimbau kepada warga untuk tetap mendukung kebijakan pemerintah terutama di masa-masa sulit saat sekarang ini, sehingga aktifitas dan perekonomian warga tetap berjalan,”ucap Sukanto.

Perlu diketahui, bahwa sejak terputusnya Jalan Nasional Sidikalang-Medan di KM 6,5 Desa Sitinjo II Panji Bako, Kecamatan Sitinjo. Arus lalu lintas menuju dan keluar Kota Sidikalang dialihkan dari tiga jalur alternatif, dan salah satunya melalui Jalan Rimo Bunga, Dusun Lae Serambon Desa Sitinjo II, Kecamatan Sitinjo.

Hadir dalam mediasi tersebut, anggota DPRD Sumut Anwar Sani Tarigan, Camat Sitinjo Nelpita Tanjung, Kabid 1 Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Fery G Naibaho, Kabid 3 Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Brovet Sitanggang, petugas Damkar dan warga desa setempat.(ds/Hartono)

Share:
Komentar

Berita Terkini