Jaksa Tuntut Pemilik 4 Kg Sabu 20 Tahun Penjara

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Fransiska Panggabean, SH menuntut dua terdakwa pemilik sabu seberat 4 Kg seharga Rp 2 miliar yakni Muhammad Dahlan Thaiby dan Muhammad Suryadi masing - masing dituntut 20 tahun penjara saat di ruang sidang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2/2021).

"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa Muhammad Dahlan Thaiby dan Muhammad Suryadi selama 20 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan," ucap Jaksa dari Kejatisu, Fransiska Panggabean dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong, SH, MH.

Setelah mendengar tuntutan dari JPU, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Mengutip dakwaan JPU, pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2020, sekitar pukul 10.00 Wib terdakwa dihubungi oleh Tengku Aji (belum tertangkap) yang mengatakan ”ini ada shabu, ada buangannya gak”, selanjutnya terdakwa menjawab ”coba saya lihat dulu mana tau ada kawan yang mau beli”.

Keesokan harinya Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekitar pukul 10.00 wib terdakwa dihubungi oleh saksi Toga Marudut Parhusip (petugas kepolisian yang melakukan penyamaran sebagai pembeli). Dimana saksi Toga Marudut Parhusip bermaksud membeli paket narkotika jenis shabu-shabu kepada terdakwa dan terdakwa mengatakan jika ada barang yang dimaksud, namun milik kawan terdakwa, dan terdakwa menjanjikan akan mempertemukan pembeli tersebut dengan pemilik shabu-shabu tersebut.

Sesuai kesepakatan terdakwa menghubungi Tengku Aji dan mengatakan ”ini ada yang mau  beli shabunya”, selanjutnya sekitar pukul 10.00 Wib terdakwa mengajak serta Muhammad Suryadi yang sebelumnya dihubungi terdakwa untuk bersama-sama sebagai perantara shabu-shabu. 

Dengan menjanjikan keuntungan kepada saksi Muhammad Suryadi, untuk bertemu dengan saksi Toga Marudut Parhusip dan Tengku Adji, dimana dalam pertemuan tersebut disepakati jika pembeli akan membeli sebanyak 4 Kg (empat kilo gram) shabu-shabu dengan harga Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah).

Bahwa pada malam harinya yaitu sekitar pukul 23.00 Wib, terdakwa menghubungi Tengku Adji ”sudah siap barangnya malam ini”, dan Tengku Adji mengatakan siap, terdakwa lalu bertanya ” dimana nanti aku jemput shabu-shabunya” dan dijawab oleh Tengku Adji ”nanti kita jumpa dekat durian ucok”.

Terdakwapun bersama-sama dengan saksi Muhammad Suryadi dengan mengendarai 1 unit mobil Kijang Kapsul warna Coklat Metalik BK 1188 WV milik terdakwa menuju ke Durian Ucok yang berlokasi di Jalan Pelajar Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.

Sesampainya mobil terdakwa dilokasi tersebut, Tengku Adji yang sudah menunggu terdakwa langsung memasukan 4 bungkus besar shabu-shabu kedalam mobil terdakwa. Setelah menerima penyerahan paket shabu-shabu tersebut dari Tengku Adji dan diletakkan didalam mobil terdakwa, terdakwa bersama-sama dengan saksi Muhammad Suryadi langsung menuju ketempat yang dijanjikan dengan pembeli yaitu didepan Indomaret disekitar Jalan Jamin Ginting Medan.

Sesampainya didepan Indomaret terdakwa turun dan langsung mencari tempat yang aman sambil melihat situasi sekitar, tidak beberapa kemudian datang pembeli, terdakwa langsung menemui pembeli tersebut dan menyuruh saksi Muhammad Suryadi untuk mengambil shabu-shabu yang ada didalam mobil terdakwa untuk dimasukan kedalam mobil pembeli.

Setelah saksi Muhammad Suryadi memasukkan 4 paket shabu-shabu kedalam mobil pembeli, tidak beberapa kemudian terdakwa dan saksi Muhammad Suryadi diamankan oleh petugas kepolisian dimana pembeli tersebut adalah petugas kepolisian yang sedang melakukan penyamaran.

Bahwa dari terdakwa dan saksi Muhammad Suryadi disita barang bukti berupa 4 bungkus besar plastik teh warna hijau bertuliskan cina merk Guanyinwang yang berisiakn narkotika jenis shabu-shabu dengan berat netto 4.000 Gr (empat ribu gram), 1 unit handphone merk Nokia warna Hitam, 1 unit handphone merk Coolpad warna putih milik terdakwa, serta 2 unit handphone merk Nokia dan Asus milik saksi Muhammad Suryadi.

Terdakwa mengakui jika 4 paket shabu-shabu seberat kurang lebih 4.000 Gr tersebut adalah milik terdakwa yang didapat dari Tengku Adji dengan maksud akan terdakwa jual kembali kepada pembeli dimana untuk menjadi perantara jual beli narkotika shabu-shabu tersebut terdakwa dijanjikan Rp. 400 juta dari harga keseluruhan yaitu Rp. 2 miliar yang nantinya akan terdakwa bagi keuntungan tersebut dengan saksi Muhammad Suryadi.

Perbuatan terdakwa memenuhi rumusan dan diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 Undang-undang Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini