DPRD Sumut & Ratusan Ribu Alumni Pesantren Purba Baru Minta Polri Usut dan Tangkap Pelaku Pembuat Foto Pelecehan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendesak Kepolisian Republik Indonesia dan Menteri Agama untuk mengusut dan menangkap dugaan penghinaan terhadap Pesantren Musthafawiyah Purba Baru yang berada di Kabupaten Mandailing Natal. 

"Kita sangat mendesak Kapolda, Kapolri dan Menag RI untuk segera menangkap pelaku pembuat foto dugaan pelecehan agama dan Pesantren Purba Baru itu, serta membongkar aktor intelektualnya," kata Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra Harun Mustafa Nasution kepada wartawan saat menerima alumni Pesantren Musthafawiyah diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (9/2/2021). 

Kunjungan para alumni Pesantren Musthafawiyah itu mengadu prihal Foto-foto pelecehan terhadap agama yang beredar di media sosial, sekaligus meminta Politisi Gerindra tersebut untuk mendesak Kapolda segera menangkap pelaku.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Umum Ikatan Dosen Alumni Musthafawiyah, Mayorida M.Pd, Ketua Keluarga Abiturien Musthafawiyah (KAMUS) Kota Medan, Hasbi Simanjuntak, Majelis Misbahul Muslimin Sumut Mustofa Husein Lubis, Sekretaris Aksi kesetiakawanan sosial Indonesia raya Sumut, Muhammad siswadi SH,Ketua KAHMI Kota Pematang Siantar Anwar Simangunsong yang ikut secara zoom meeting.

Harun menegaskan bahwa persoalan foto yang beredar di media sosial tersebut dinilai telah melukai hati umat Islam sedunia dan pihak pesantren serta ratusan ribu alumni. 

"Persoalan yang terjadi ini bukan sekadar masalah Pesantren Musthafawiyah Purba Baru saja. Tapi para alumni dan santri dari Musthafawiyah Purba Baru juga tersinggung dan berang dengan foto tersebut, apalagi jika kasus ini tidak diselesaikan. Maka dari itu, kami berharap persoalan ini agar segera diselesaikan," cetus cucu pendiri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini. 

Sementara itu, Ketua Kamus Kota Medan, Hasbi Simanjuntak, berharap DPRD Sumut mendorong agar kasus ini segera diselesaikan secara hukum. 

Hasbi juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyurati Polda Sumut untuk memproses kasus ini.

"Kami sudah menyampaikan laporan dalam bentuk aduan masyarakat kepada Kapolda Sumut untuk meminta kasus ini diselesaikan. Selain itu, kita juga mendorong pemerintah daerah dan pusat agar memperhatikan ini, karena ini merupakan kedzoliman di Sumut dan melawan hukum. Siapapun pelakunya harus diamankan karena lebih aman untuk dia, meskipun ada desas desus akun pelaku di hack," tandasnya. 

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Umum Ikatan Dosen Alumni Musthafawiyah, Mayorida M.Pd, Pengurus DPD Keluarga Abiturien Musthafawiyah, Majelis Misbahul Muslimin Sumut Mustofa Husein Lubis, Ketua KAHMI Kota Pematang Siantar, bahwa beredarnya foto-foto yang telah melecehkan agama dan mencemarkan nama baik Pesantren Purba Baru itu telah membuat keresahan dan gerah umat Islam, pihak pesantren serta para alumni yang berada diseluruh Indonesia bahkan di Malaysia, Thailand dan Arab Saudi.  

"Sangat diluar akal sehat kita, pelaku bisa membuat foto pelecehan terhadap pesantren terbesar itu. Apalagi kalau pesantren yang kecil," ujar mereka. 

Mereka juga mengungkapkan bahwa selain para alumni yang berada di Sumut, para alumni yang ada di Indonesia dan beberapa negara lainnya juga sudah membuat pernyataan yang sama yakni agar Polri segera menangkap pelaku dan mengusut motif perbuatannya. 

"Lebih bagus para pelaku pembuatan foto pelecehan itu segera menyerahkan diri, karena kasihan kita nanti pelaku diamuk masa," cetus mereka. 

Sebelumnya, sejumlah foto yang diduga menghina Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Madina, Sumut, viral. Polisi turun tangan mengusut pembuat dan penyebar foto-foto itu.

Dalam foto-foto viral itu, terlihat seorang pria yang sedang menggendong anak berfoto di depan pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Wajah si pria terlihat diganti dengan wajah anjing.

Ada juga foto kepala anjing yang diletakkan di dalam foto pesantren. Terlihat juga kata-kata hinaan yang dituliskan di dalam foto.

Di foto lainnya, terlihat foto orang yang wajahnya diedit menjadi wajah tokoh Cu Pat Kai. Selain itu, ada kalimat 'guru guru nya dukun santet' yang dituliskan dalam foto itu. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini