DPRD Sumut Optimis Kawasan Pantai Timur Bangkitkan Ekonomi Lokal

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 



DailySatu.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) optimis potensi yang cukup besar di kawasan Pantai Timur, yang membentang sejauh 545 km mulai dari Langkat sampai ke Labuhan Batu, mampu mewujudkan Sumut bermarbat.

“Kita optimis potensi di Pantai Timur mampu bangkitkan ekonomi lokal, kemaritiman, wisata dan budidaya laut serta mengangkat derajat nelayan,” kata Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra HM Subandi kepada Wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (11/2/2021)

Dia merespon seminar Diskusi Pagi Pantai Timur ke-17 dengan tema Percepatan Pembangunan Pantai Timur, Sumut di Hotel Garuda Plaza, Medan, Kamis (11/2/2021).

Hadir dalam acara itu mewakili Wagubsu, sejumlah kepala dinas di antaranya Kadis PSDA Alfi Syahriza, Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman Anda Subrata, Direktur Utama PD Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumut Dr Renny Maisyarah, SE dan sejumlah narasumber dari berbagai universitas.

Menurut Subandi, Sumut merupakan provinsi terbesar ke-4 di Indonesia, sekitar 60% di antaranya merupakan wilayah laut dan memiliki pantai timur dan pantai barat, serta mempunyai potensi perikanan tangkap mencapai 1,7 juta ton per tahun.

Diapit 11 Kabupaten/Kota mulai dari Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu, Labuhan batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Batubara, Kota Medan hingga Tanjung Balai, banyak sektor yang bisa tergarap bila dikelola dengan melibatkan lintas sektoral.

Dijelaskan anggota Komisi A yang tupoksinya membidangi pemerintahan ini, potensi pengembangan di wilayah Timur terutama adalah penangkapan, dan pengolahan ikan. Disusul kemudian budidaya laut yang terdiri atas kerapu, kakap, dan kerang hijau, dan berbagai jenis ikan mulai ikan mas, nila, lele, patin, gurami, dan lainnya.

Selanjutnya, ketersambungan obyek wisata pantai antara satu kawasan dengan kawasan lainnya, yang sungguh memberi potensi pengembangan pariwisata andalan. “Ini bisa jadi kawasan terintegrasi yang masuk dalam kawasan proyek strategis nasional,” ujarnya.

Proyek strategis ini jika diintegrasikan lagi dengan dukungan sarana dan infrastruktur di 11 kabupaten/kota di Pantai Timur tentunya mampu mewujudkan Sumut bermartabat. Di masing-masing kabupaten/kota itu yang wilayahnya berada di garis pantai, atau pesisir tentu berdampak besar bagi pengembangan Pantai Timur.

Namun diakuinya, untuk menggarap sektor-sektor unggulan tersebut, pihaknya meminta semua pihak untuk menyusun grand design agar diusulkan ke sejumlah kementrian terkait, termasuk anggarannya. “Ini kan masuk proyek nasional, jadi anggarannya harus ke pusat,” ujarnya.

Menyinggung soal Medan Utara yang kawasannya meliputi Medan, dan Deli Serdang, Subandi menyebutkan, dua kawasan ini berpotensi menjadi proyek percontohan pengembangan Pantai Timur.

Alasannya, di kawasan ini terdapat sejumlah obyek wisata pantai, hutan mangrove, dan terdapat situs bersejarah asal usul Kota Medan dan perikanan, yang jika disinergiskan tentu akan mendongkrak potensi wisata terintegrasi di Sumut.

 

“Saya yakin sekali, selain mendukung program pemerintah di bidang kemaritiman, pengembangan Pantai Timur dengan segala potensinya mendukung Sumut yang bermartabat,” pungkasnya.  (sus)
Share:
Komentar

Berita Terkini