Dipimpin Majelis Hakim Tengku Oyong, Sidang Pembacaan Dakwaan Ketua KAMI Berjalan Lancar

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pembacaan dakwaan terhadap Ir Khairi Amri yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), di ruang sidang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2/2021) berjalan lancar.

Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong, SH, MH saat memimpin sidang menegaskan kepada seluruh pengunjung sidang di ruang Cakra 2 agar tertib dan tetap menjaga prokes.

Persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong, SH, MH itu berjalan dengan lancar. Sementara diluar ruang sidang tampak beberapa petugas kepolisian yang berseragam lengkap. 

Sempat terjadi gangguan jaringan saat pembacaan dakwaan, dan penasehat hukum dari Khairi Amri sempat intruksi kepada Majelis Hakim. Hal tersebut langsung di respon Majelis Hakim, dan akhirnya Majelis Hakim memerintahkan JPU untuk membaca ulang dakwaan dan akhirnya penasehat hukum Khairi Amri terima.

Dalam peraidangan Majelis Hakim juga meminta kepada JPU apabila masih sulit secara online, maka sebaiknya persidangan berikutnya terdakwa dihadirkan dipersidangan. 

"Usahakanlah dulu untuk sebaiknya," ucap ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, bahwa bermula Terdakwa Ir. Khairi Amri memiliki 1 unit Handphone merk VIVO Y83 warna hitam telah memiliki sebuah akun pada aplikasi “WhatsApp Messenger (WA) dan account name”Pangdiv”. Lalu sekitar akhir Bulan September Tahun 2020 Terdakwa Khairi Amri telah berinisitif untuk membentuk komunitas yakni “Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (disingkat”KAMI”) di Kota Medan secara independen. 

Seperti KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo (mantan Panglima TNI) meskipun Terdakwa Khairi Amri belum pernah berkomunikasi dan tidak ada kaitannya dengan KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo (mantan panglima TNI).

Dan Terdakwa Khairi Amri merencanakan pembentukan kepengurusannya pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 di Jl. Sagar cafe Medan yang terletak di Jl. HM Jhoni Kota Medan. Dalam rangka persiapan tersebut, Terdakwa Khairi Amri telah berinisiatif untuk membentuk komunitas melalui grup whatsaap (WhatsApp Group) yang menamakan diri “Kami Medan”. 

Terdakwa Khairi Amri adalah salah satu Admin group yang dapat memasukkan / menambahkan / merekrut anggota grup maupun mengeluarkan orang lain dan ke dalam keanggotaan grup “KAMI MEDAN” yang dalam perkembangannya jumlah anggota grup whatsapp “Kami Medan” kurang lebih sebanyak 70 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyakat antara lain mahasiswa, buruh dan ibu rumah tangga.

Bahwa maraknya aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia berkaitan dengan penolakan rencana pengesahaan undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) oleh pemerintah telah menjadi bahan perbincangan dalam WhatsApp Grup “Kami Medan” dan Terdakwa Khairi Amri mendukung adanya rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh mahasiswa di Kota Medan pada tanggal 08 Oktober 2020 bertempat di depan kantor DPRD Sumatera Utara. 

Dan menyampaikan pesan kepada sesama anggota grup whatsapp “Kami Medan” pada tanggal 08 Oktober 2020 pukul 06.04 WIB dengan memposting kalimat, “Bagi kawan-kawan yang akan mengikuti Aksi Demo di DPRD Sumut, carilah titik kumpul yang aman dan jangan terpisah dari kawan kawan”.

Dan Terdakwa Khairi juga berencana akan mengikuti aksi unjuk rasa tersebut dan bahkan Terdakwa Khairi menyatakan rasa kebenciannya terhadap golongan tertentu yakni anggota Kepolisian Republik Indonesia dan Terdakwa Khairi telah menuliskan kalimat yang dikirimkan / diposting di grup whatsapp “KAMI MEDAN” pada pukul 07.41 WIB dengan kalimat :

“Gawat x ah... Wercok ini... Baru lagi saya dapat telpon mengingatkan,,, kalau KAMI dan PETA jangan turun aksi.... Paranoid ini saya pikir...  Bahkan melarang saya hadir ke sana... Saya jawab.... Kelen aja lah yang jangan kesana.... Aku kerja dan cari makan di gedung DPRD Sumut sejak 2004...".

Sambil Terdakwa Ir. Khairi Amri meneruskan / melanjutkan  sebuah kalimat dari orang lain ke dalam grup yang bunyinya,

 “Yg penting KAMI dan PETA tdk ikut2an”,

yang diikuti postingan dari kalimat Terdakwa Ir. Khairi Amri sendiri “(emoji/gambar jari tangan menunjukkan pesan ke atas) ini wa nya”. Dimana postingan pesan kalimat tersebut telah ditujukan kepada seluruh anggota grup whatsApp “Kami Medan” dengan maksud agar seluruh anggota grup “Kami Medan” turut membenci atau memusuhi anggota Kepolisian Republik Indonesia. Yang disamakan penyebutannya oleh Terdakwa Ir. Khairi Amri dengan “wereng coklat yang disingkat Wercok” sebagai sebutan untuk “Polisi”, dan agar tidak takut terhadap larangan polisi untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sumut.

Dan mengharapkan anggota grup “Kami Medan” tetap melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sumut karena sebenarnya Terdakwa Ir. Khairi Amri mengharapkan seluruh elemen masyarakat turun mendukung aksi ini. Sebagaimana pesan yang dikirimkan pada grup whatsapp “Kami Medan” pada pukul 07.49 WIB dengan pesan kalimat,

“Tapi kita berharap seluruh elemen masyarakat turun mendukung aksi ini”.

Bahwa selanjutnya sekira pukul 08.04 WIB, Terdakwa Ir. Khairi kembali telah menuliskan kembali sebuah kalimat dan gambar yang dikirimkan/diposting dalam grup whatsapp “Kami Medan” sebagai berikut:

Sedangkan Terdakwa Ir. Khairi menyadari bahwa Terdakwa Ir. Khairi tidak berwenang untuk menjual gedung MPR/DPR/DPD RI dengan alasan-alasan tersebut. Dalam postingan kalimat dan tidak benar isi didalam kantor MPR/DPR/DPD RI sebagaimana digambarkan disampaikan sesuai kalimat yang dikirimkan/diposting di grup whatsapp tersebut. Tetapi Terdakwa tetap memuat / memposting gambar dan kalimat tersebut pada grup whatsapp “Kami Medan” dengan maksud merubah pola pikir sekaligus mengajak atau mempengaruhi anggota grup tersebut agar membenci kelompok golongan tertentu yakni anggota dewan perwakilan rakyat.

Perbuatan Terdakwa Ir. Khairi Amri sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45A Ayat(2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini