Berkat Laoli Desak Bupati Nias Copot Dirut RSUD dr M Thomsen dan Evaluasi Kinerja Petugas Kesehatan

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo


 

DailySatu.com, Petugas Kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Thomsen Nias diingatkan agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien yang datang ke rumah sakit tersebut. Pasalnya, tenaga kesehatan memiliki kode etik dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Kita ingatkan agar dokter dan perawat serta pegawai RSUD dr M Thomesn bekerja sesuai kode etik yang berlaku didunia kesehatan. Berikanlah pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat yang datang ke rumah sakit tersebut. Jangan ‘tebang pilih’ atau memberikan pelayanan yang buruk terhadap pasien,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai NasDem daerah pemilihan Kepulauan Nias, Pdr Berkat Kurniawan Laoli kepada wartawan, Minggu (14/2/2021), ketika terkait banyaknya keluhan pasien dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan para dokter maupun perawat di RSUD dr M Thomesn Nias.

Berkat Laoli yang pernah menjadi Anggota Komisi E DPRD Sumut membidangi kesehatan dan pendidikan menjelaskan, bahwa dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Pasal 4 ditegaskan bahwa ‘Setiap orang berhak atas kesehatan’, dan pada Pasal 5 juga ditegaskan bahwa ‘Setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses  atas sumber daya di bidang kesehatan’. Selanjutnya ‘Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan, kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau’.

“Juga ‘Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya’,” ujar Berkat.

Tidak hanya itu, lanjut Berkat, pada Pasal 8 juga dinyatakan bahwa ‘Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan’.

“Karena itu, jika para tenaga medis dan rumah sakit membaca dan memahami UU nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan tersebut, maka pengelola rumah sakit harusnya bertanggungjawab kepada pasien serta tidak mengkebiri hak pasien dalam mendapatkan hak pelayanan terbaik maupun hak informasi tentang penyakit yang dialami, karena dokter berkewajiban memberitahukan hal tersebut kepada pasien,” cetusnya.

Selain itu, masih kata Berkat Laoli, sangat memungkinkan menurut regulasi tentang kesehatan tersebut, pasien berhak menuntut tenaga kesehatan jika mereka lalai dalam tugas.

Lebih lanjut Berkat Laoli mengingatkan agar tenaga atau petugas kesehatan supaya bekerja sesuai kode etik profesi seorang dokter maupun perawat, yang salah satunya adalah merawat pasien.

“Sebab pelayanan kesehatan bukanlah gratis tapi dibayar sesuai dengan aturan yang ada. Baik yang ditanggung pemerintah melalui Program BPJS ataupun melalui pembiayaan mandiri oleh pasien. Dan harus diingat oleh para dokter dan perawat bahwa profesi seorang tenaga kesehatan adalah sangat mulia, baik ‘dimata’ masyarakat maupun Tuhan, karena ini menyangkut nyawa manusia,” ketusnya.

Maka dari itu, tambah Berkat Laoli, Direktur RSUD dr M Thomesn Nias harus bertanggungjawab atas buruknya kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Karena, buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan para dokter dan perawat di rumah sakit tersebut sudah berulangkali terjadi.

“Dan sangat disesalkan pelayanan kesehatan yang buruk ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias dalam hal ini bupati. Maka saya sebagai wakil rakyat yang berasal dari Kepulauan Nias, mendesak Bupati Nias agar mencopot Dirut RSUD dr M Thomsen Nias dan mengevaluasi seluruh kinerja dari para dokter dan perawat yang ada di rumah sakit milik Pemkab Nias itu. Karena mereka telah memberikan pelayanan kesehatan yang sangat buruk,”  pungkasnya seraya menambahkan agar Bupati Nias juga harus memperhatikan kesejahteraan tenaga honor para petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit milik Pemkab Nias itu. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini