Bang Bayek Kembali Ingatkan Masyarakat Tak Merokok di Sembarang Tempat

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo

Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe menggelar Sosper Nomor 3 2014 di Kelurahan Titipapan, Medan, Minggu (28/2/2021). (Foto: dailysatu.com)
dailysatu.com - Walau Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah berlaku sejak 2014, namun kesadaran masyarakat masih minim untuk menerapkannya.

Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe mengatakan Perda KTR Nomor 3 Tahun 2014 salah satu Perda yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

"Perda ini bukan melarang merokok. Cuma, mengatur tempatnya," papar Bang Bayek sapaan akrab Mulia Asri Rambe saat melakukan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2014 di Komplek Bank, Kelurahan Titipapan, Medan Deli, Minggu (28/2/2021).

Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2014, Bang Bayek menambahkan setiap orang berhak mendapatkan udara bebas tanpa rokok dan mendapatkan edukasi tentang bahaya rokok.

Atas dasar itu, Bang Bayek mengimbau agar perokok menghormati orang lain yang tak merokok.

"Ya, semoga masyarakat menerapkan Perda KTR ini dengan maksimal, agar kita sehat semua," paparnya.

Yayuk Kurniati SH mewakili Kecamatan Medan Deli mengatakan walau sudah ada stiker dilarang merokok, namun tetap ada orang yang merokok di Kantor Camat Medan Deli itu.

"Bahkan, pegawai pun ada yang ikut-ikutan merokok disitu. Makanya, ketika pak dokter Puskesmas datang, sering menegur mereka yang masih merokok di Kantor Camat itu," paparnya.

Yayuk menambahkan kurangnya kesadaran masyarakat itulah yang menyebabkan masih banyak orang yang kurang peduli.

"Padahal sudah ada Perda KTR ini dan ini dikeluarkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Semoga dengan adanya sosialisasi Perda ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat " pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Medan Deli, dr Mukis memaparkan Perda KTR masih belu lm terealisasi dengan baik. Bahkan di kantor pemerintahan sendiri masih ada yang merokok.

"Perda ini bukan untuk menghakimi orang yang merokok tapi mengatur lokasi dimana yang boleh merokok," paparnya.

Dr Muklis menambahkan bahwa dia pernah menjadi pengawas saat merazia perokok di sejumlah mal di Kota Medan. "Siapa yang merokok, langsuny difoto dan langsung disidangkan di lokasi. Karena hakimnya sudah disediakan dan yang perokok langsung disuruh bayar dendanya, 50 ribu rupiah," paparnya.

Padahal, dalam Perda KTR Nomor 3 Tahun 2014 itu sudah tertera di kawasan mana saja yang tak boleh merokok. Seperti di rumah ibadah, sekolah, perkantoran, pasar modern, restoran, angkutan umum dan lainnya. Kecuali, di lokasi itu tersedia tempat untuk merokok. (DS/Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini