Balap Liar di Pasar 8 Ajibaho Resahkan Warga

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Ditengah pandemi virus Corona, sejumlah remaja di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang justru berkumpul. Mereka diduga melakukan aksi balap liar (Bali) di Jalan Raya Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-biru. Jalan tersebut merupakan penghubung  beberapa Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, yang akan menuju kota Medan.

Aksinya balap liar tersebut tepat di Jalan Raya, di Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang. 

Saat adu kecepatan kuda besi, para pembalap jalanan tersebut tanpa melengkapi diri dengan helm atau pengaman lainnya sehingga membahayakan diri dan orang lain.

Mereka start di tengah jalan hingga menghadang pengendara lainnya yang ingin melintas di jalan tersebut.

Sementara itu, terlihat pula ratusan penonton yang datang dan berkumpul memadati pinggir jalan tanpa menggunakan masker dan tanpa jarak seakan tidak takut terkena virus corona. Bahkan kebanyakan penonton merupakan anak-anak dibawah umur yang masih duduk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah seorang pengendara bermarga Barus, sempat terhadang dan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena kegiatan balapan itu. Dia pun merasa geram. Pasalnya, para pebalap liar tersebut star di tengah jalan hingga memberhentikan pengendara yang ingin melintas.

“Hei kalian pikir jalan Bapakmu ini?", Berang Barus yang mengaku akan mengantar barang dagangan ke pasar Delitua dan simpang Limun dengan nada geram, Jum'at (12/2/2021) dini hari.

Barus yang berprofesi sebagai penjual sayuran yang biasanya menggunakan mobil L-300 itu berharap agar pihak aparat khususnya Kepolisian setempat, bisa menghentikan kegiatan balap liar yang sangat meresahkan tersebut.

Namun, aksi balap liar (Bali), itu seolah-olah menjadi pembiaran oleh aparat kepolisian.

Warga berharap Kepolisian, khususnya Kepolisian Biru-biru, bisa menghentikan balap liar (Bali), sebelum jatuhnya korban jiwa.

Aksi balap liar dilakukan para remaja yang hobby mengendara. Balap liar dilakukan pada malam-malam libur, seperti Sabtu malam Minggu, dan Minggu malam Senin. Bahkan balap liar dilakukan malam libur lainnya.

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian setempat, kiranya balapan liar di jalan raya dihentikan sebelum ada korban karena sangat berbahaya,” sebut warga dan diamini pengendara lainnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada balasan konfirmasi dari pihak Kapolsek Biru-Biru AKP Cahyadi, ketika di konfirmasi wartawan. (ds/wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini