Badan Rescue DPW Partai NasDem Sumut Gelar Seminar Nasional, Rahmansyah Sibarani: Jangan Takut Divaksin

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Rahmansyah Sibarani SH mengaku semakin sehat dan bersemangat usai penyuntikan kloter pertama Vaksin Sinovac bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan unsur Forkopimda lainnya di rumah dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan beberapa waktu lalu.

“Perasaan saya semakin bersemangat, sehat dan optimis setelah divaksin. Saya mewakili unsur pimpinan DPRD Sumut yang pertama divaksin bersama Gubsu dan unsur Forkopimda. Hal ini dikarenakan Ketua Dewan Sumut Baskami Ginting yang menyatakan siap divaksin, namun tidak bisa ikut karena telah melewati batas usia yang disyaratkan,” kata Rahmansyah saat menjadi narasumber pada acara Seminar Nasional Tentang Hukum Kesehatan dan Vaksin Covid 19 yang digelar Badan Rescue DPW Partai NasDem Sumut di Kantor DPW Partai NasDem Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sabtu (6/2/2021). 

Hadir juga pada kegiatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan DPW Partai NasDem Sumut, dr Tuahman Fransiscus Purba, Ketua Badan Rescue Partai NasDem Sumut, Anggiat Manurung, Ketua Panitia Lamboyus Harianja. Selain Rahmansyah Sibarani hadir juga narasumber lainnya Kepala Divisi Pulmonologi dan Alergi Imunologi Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan, dr Zuhrial Zubir SpPD-KAI, FINASIM. Sebelumnya juga telah diundang sebagai narasumber dr Nasib Mangoloi Situmorang, M.Ked. (For), Sp.FM, namun pada kesempatan ini berhalangan hadir.   

Rahmansyah menjelaskan, sejak awak dirinya bersama pimpinan DPRD Sumut telah mengajukan diri agar menjadi yang pertama divaksin di Sumut. Bahkan dua pekan sebelum dilaksanakannya vaksinasi, dirinya sudah menyatakan diri siap untuk divaksin. Namun demikian, dirinya menghormati dan salut kepada Gubsu karena menjadi yang pertama divaksin di Sumut.

“Soal vaksinasi ini, Saya memang sangat bersemangat sejak awal. Kalau bisa jadi yang pertama divaksin. Bukan mau ikut-ikutan, tapi ini bentuk tanggungjawab sebagai pimpinan DPRD Sumut sebagai contoh kepada masyarakat. Maka dari itu sampai detik ini saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat agar jangan takut untuk divaksin dan bersama-sama melawan covid-19 dengan optimis," tegasnya

Rahmansyah juga menegaskan, bahwa Vaksin tidak perlu ditakuti dan dalam pekan ini dirinya akan divaksin untuk kedua kali. “Maka dari itu saya mengajak masyarakat Sumut yang kita mulai dari Gedung Partai NasDem Sumut ini untuk sama-sama di vaksin,” ucapnya politisi Partai NasDem ini.  

Sementara itu, Kepala Divisi Pulmonologi dan Alergi Imunologi Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan, dr Zuhrial Zubir SpPD-KAI, FINASIM mengatakan program vaksinasi yang digalakkan Pemerintah merupakan alah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi Pandemi Covid 19 yang saat ini masih terus berlangsung.

Dijelaskan dr Zuhrial bahwa saat ini jumlah masyarakat Indonesia yang terkena Virus Corona sudah mencapai 1.089.308 juta lebih. Maka dari itu, menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari adalah langkah yang tepat untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Selain itu, lanjut Ketua Tim Vaksinasi Covid 19 RSUP Adam Malik ini, pemberian vaksin yang saat ini digalakkan pemerintah juga sebagai upaya pencegahan Virus Covid 19, karena vaksin yang nantinya telah disuntikkan kedalam tubuh, akan merangsang sel tubuh manusia yang bisa mencegah agar tidak masuk virus kedalam tubuh.

"Vaksin itu tujuan dan manfaanya yakni memberikan kekebalan pada individu yang telah mendapatkan vaksin. Suntikan vaksin itu nantinya diharapkan akan menginduksi atau merangsang sel tubuh manusia. Terutama sel B untuk memproduksi imunoglobulin. Sehingga individu memiliki kekebalan pada SARS-CoV-2. Kalau ada SARS-CoV-2 masuk bisa ditanggulangi dengan kekebalan tubuh manusia. Kalau terinfeksi juga, maka tidak berat, cukup ringan. Tujuannya adalah untuk membuat sistim kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit.,” paparnya.

Lebih lanjut dr Zuhrial menerangkan bahwa sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.

Jika seseorang yang sudah di vaksin, tertular Covid 19, lanjut dr Zuhrial, maka vaksin yang telah disuntikkan tadi bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena Covid-19 semakin menurun.

Kemudian, masih kata dr Zuhrial, vaksin juga mendorong terbentuknya Herd Immunity, yaitu seseorang yang mendapatkan vaksin Covid 19 juga dapat melindungi orang-orang disekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil.

“Bila diberikan secara massal, vaksin Covid 19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok Herd Immunity dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang disekitarnya. Meskipun demikian, untuk mencapai Herd Immunity dalam suatu masyarakat, minimal 70 persen penduduk dalam negara tersebut harus divaksin.

Kemudian, jelas dr Zuhrial, vaksin juga bisa meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan Covid-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

“Kita harapkan masyarakat bisa terbuka paradigmanya tentang vaksin ini. Sehingga kedepan mau dan tidak takut untuk divaksin,” terangnya seraya menambahkan bahwa saat ini jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk diberikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia secara sekaligus.

Maka dari itu, jelas dr Zuhrial, ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid 19 terlebih dahulu, seperti Tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi dan menularkan Covid 19. Kemudian, orang dengan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan Covid 19 karena tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif dan yang terakhir orang yang memiliki penyakit penyerta dengan risiko kematian tinggi bila terkena Covid 19.

“Setelah semua kelompok prioritas tadi mendapat vaksin, kemudian akan dilanjutkan ke kelompok penerima vaksin Covid 19 lainnya, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus Covid 19 sampai keseluruh pelosok Indonesia,” tuturnya seraya menambahkan bisa dilihat bahwa vaksin Covid 19 membawa banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. Karena itu, meskipun banyak beredar isu-isu seputar vaksin yang belum jelas kebenarannya, masyarakat tidak perlu ragu atau takut untuk menjalani vaksinasi Covid 19,” tandasnya.


Lebih lanjut dr Zuhrial menerangkan bahwa untuk menyimpan vaksin ini diperlukan suhu 2-8 derajat celicius. RSUP H Adam Malik untuk tahap pertama sudah menyuntikkan sebanyak 2311 ampul vaksin kepada tenaga medis, tenaga non medis yang paparan kontaknya dengan pasien sangat erat dan sebagian kecil tenaga medis diluar rumah sakit. “Semua itu sudah terlaksana dan saat ini sedang proses untuk suntikan vaksin tahap kedua,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan DPW Partai NasDem Sumut, dr Tuahman Fransiscus Purba, mengatakan seminar nasional ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan, di mana sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember 2019 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan secara berkesimabungan karena dirinya melihat sebagian masyarakat masih ada yang beranggapan bahwa Virus Corona itu tidak ada.

“Melalui seminar nasional ini kita meyakinkan masyarakat bahwa Covid 19 itu ada dan bisa diatas dan dicegah penyebarannya dengan mematuhi prokes dan vaksinasi. Kenapa kita buat berkesinambungan, karena kalau sekali pertemuan, masyarakat tidak akan ingat, tapi kalau buat secara berkesinambungan, maka masyarakat akan mengingat dan memahami prihal Covid 19,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Tuahman yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut ini, pihaknya berharap masyarakat benar-benar memahami apa itu Corona dan penyebarannya.

“Tidak perlu takut untuk disuntik vaksin, karena Pak Rahmansyah sebagai wakil rakyat menyatakan siap dan bersedia untuk divaksin, bahkan Beliau bersama Gubsu Edy Rahmayadi yang telah menjalani suntik vaksin tahap pertama, hingga saat ini merasa semakin bersemangat dan sehat. Dan hari ini sebenarnya Pak Rahmansyah akan disuntik vaksin untuk kedua kali, namun karena menjadi narasumber pada seminar ini, maka dia akan disuntuk pada, Senin (8/2/2021),” ungkap Tuahman.  

Tuahman juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga diisi dengan narasumber yang berkompeten dan professional dibidangnya, sehingga ketika memaparkan atau menyampaikan masteri tentang vaksin dan Covid 19, benar-benar tersampaikan secara detail dan bisa dipahami masyarakat.

“Dan masyarakat yang hadir pada seminar ini, bisa menyampaikan kepada masyarakat lainnya minimal jiran tetangga atau teman-teman prihal vaksin Covid 19. Tidak hanya itu, Ketua DPW Partai Nasdem Sumut Bapak Iskandar ST juga sangat mendukung kegiatan ini. Beliau berpesan bahwa sepanjang untuk kemaslahatan dan membantu masyarakat, peran serta partai harus dilaksanakan. Ke depan kita akan membuat forum komunikasi dan membuat kontak person agar agar kita selalu berhubungan dengan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Lamboyus Harianja menerangkan kegiatan ini adalah seminar yang kedua dilaksanakan. Kali ini mengangkat tema tentang Hukum Kesehatan dan Vaksinasi Covid 19.

“Persiapan kita menyelenggarakan kegiatan ini hanya 2 pekan. Diharapkan kegiatan ini bisa mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi yang saat ini digalakkan oleh pemerintah. Para peserta yang kita undangan juga kaum muda yang usianya dibawah 60 tahun. Karena sasaran vaksin adalah dibawah usia 60 tahun,” cetusnya seraya menambahkan semoga apa yang disampaikan hal-hal mengenai hukum kesehatan dan vaksinasi oleh narasumber, bisa menepis keraguan dan keengganan masyarakat untuk di vaksin. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini