Tiga Tahun Saluran Irigasi Longsor di Desa Manik Rejo, Luput Dari Perhatian Pemkab Simalungun

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Tiga tahun Longsornya saluran irigasi  di Desa Manik Rejo, Nagori Bahal Gajah, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun menyebabkan pembagian air di areal persawahan yang ada di daerah tersebut terganggu.

Ketua Kelompok Tani Desa Manik Rejo Legimin mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan proposal, yang ditujukan kepada Bupati Simalungun guna untuk memperbaiki saluran irigasi yang longsor di desanya.

"Hari ini akan kita antarkan, dan harapan kita saluran irigasi ini bisa segera diperbaiki oleh pemerintah" ucap Legiman, Senin (25/1/2021) siang.

Legiman menerangkan, saluran irigasi yang longsor sejak tiga tahun yang lalu itu tidak  perna di perbaiki oleh pemerintah Kabupaten Simalungun adalah saluran irigasi yang diperuntukkan untuk mengairi 150 Hektar persawahan di Desa Manik Rejo. Namun dengan adanya longsor, pembagian air untuk persawahan menjadi terganggu.

Selain disebabkan longsor, debit air di Desa Manik Rejo juga mengalami masalah. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya saluran irigasi yang belum permanen.

"Yang jelas kita sangat harapkan pembangunan itu, karena petani disini kesusahan, apalagi waktu musim kemarau" ucap Legiman.

Akibat kurang berfungsinya saluran irigasi, pengaturan pola dan tata tertib tanam (P2T3) atau tanam serentak di Desa Manik Rejo tidak terlaksana, serta pengalihan fungsi tanah sawah menjadi tanah darat kian bertambah.

"Pola tanam tidak teratur, alih fungsi perswahan menjadi perladangan, dan tidak jarang akibat terganggunya saluran irigasi para petani jadi gagal panen" terang Legiman.

Legiman dan para petani lain berharap agar pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi mereka, dan mengatakan, jika nanti sudah diperbaiki, hal tersebut akan berdampak pada produksi hasil panen, dan kesejahteraan masyarakat.(ES) 

Share:
Komentar

Berita Terkini