Terbukti Bersalah, Mantan Panit Hamparan Perak Dihukum 6 Tahun Penjara

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Int
dailysatu.com - Terbukti bersalah terlibat dalam narkotika jenis sabu-sabu mantan Panit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, J.H. Panjaitan (43) dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Hukuman serupa juga dijatuhkan kepada Kiki Kisworo alias Kibo (33). Pria ini merupakan kurir yang kedapatan membawa narkotika yang diperoleh dari Jenry.

Kedua terdakwa dijatuhi hukuman dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1/2021). Mereka mengikuti persidangan melalui telekonferensi.

Majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara menyatakan Jenry dan Kiki telah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan 3 bulan kurungan," ujar Syafril Batubara dalam amar putusannya.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Fransiska Panggabean menuntut, agar Jenry dan Kiki masing-masing dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Berdasarkan dakwaan, perkara ini bermula pada hari Jumat(28/2/2020) pagi, saat informan menghubungi saksi Kiki Kusworo alias Kibo hendak memesan narkotika jenis sabu-sabu. Kiki kemudian menemui polisi yang melakukan penyamaran di Jalan Hamparan Perak, Desa Pao, Kecamatan Hamparan Perak. Dia menyerahkan satu paket sabu-sabu dengan berat 64 gram dengan harga Rp42 juta.

Kiki ditangkap saat menyerahkan narkotika itu, dia kemudian diinterogasi dan mengatakan bahwa barang yang dibawanya tersebut adalah milik Panit Reskrim Polsek Hamparan Perak J.H. Panjaitan. J.H. Panjaitan kemudian ditangkap di warung kopi di Jalan Hamparan Perak, Desa Pao, Kecamatan Hamparan Perak, dan dibawa ke Mapolda Sumut.

Sidang perkara ini mengundang kontroversi, karena saksi yang melakukan penangkapan menyatakan, terdakwaJ.H. Panjaitan mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Bonar Pohan, dan akan dijual seharga Rp42 juta. 

Namun Bonar yang dihadirkan di persidangan membantah keterangan terdakwa. Bantahan juga disampaikan J.H. Panjaitan.(ds/min)

Sumber berita :merdeka.com

Share:
Komentar

Berita Terkini