Soal Kerjasama Rujukan Pasien, Anggota DPRDSU Mahyaruddin Salim Fasilitas Pertemuan RSUD Tanjung Balai dan RS Haji

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr T Mansyur Kota Tanjung Balai akan menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Haji Medan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam bidang rujukan pasien. Hal ini dilakukan guna memastikan pasien rujukan beserta keluarga yang menemani, jika harus membutuhkan pertolongan kesehatan ke rumah sakit yang lebih baik lagi dalam segi pelayanan fasilitas dan alat kesehatan.

Pembahasan rencana kerjasama yang akan dilaksanakan antara RSUD dr T Mansyur dan RS Haji Medan ini atas inisiasi dan difasilitasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sumut V meliputi Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara yakni Mahyaruddin Salim Batubara SE dan pertamuan tersebut dilaksanakan di Aula RS Haji Medan Jalan Williem Iskandar Medan, Senin (25/1/2021).

Hadir pada pertemuan itu, Anggota DPRD Sumut Mahyaruddin Salim Batubara, Direktur Utama (Dirut) RS Haji Medan, dr Khainir Akbar Yusuf Sp.A, Wadir RS Haji dr N.G. Hikmat Nst, Kabag Keuangan RS Haji Ridesman, beserta jajaran lainnya. Kemudian Plt Dirut RSUD dr T Mansyur Kota Tanjung Balai dr Fitra Prana Susila M.Kes, Kepala Bidang Keperawatan Eka Yustina S.Kep Ns, Plt Kepala Bidang Program Surya Dika Darma Sitorus S.Si dan Kepala Seksi Rujukan Ketenagaan dan Fasilitas Yanmed Jeni S.Kep Ns.

Pada kesempatan itu, Mahyaruddin mengatakan difasilitasinya pertemuan dan rencana kerjasama antara kedua rumah sakit milik pemerintah tersebut berawal saat dirinya melihat managemen RSUD dr T Mansyur yang tidak pernah memberikan informasi lengkap dan jelas prihal kondisi rumah sakit rujukan seperti kelengkapan sarana dan prasarana alat kesehatan, ruang IGD yang penuh, tenaga medis baik seperti kesedian dokter jaga maupun perawat, serta kamar rawat inap apakah masih ada yang kosong atau sudah terisi semua oleh pasien.

“Contohnya saat saya mendapat informasi bahwa ada pasien dari RSUD dr T Mansyur yang dirujuk ke RS Murni Teguh yang harus menunggu hingga pagi hanya untuk Scanning. Inikah sudah tidak benar, dan pada saat itu juga saya langsung mengarahkan pasien tersebut ke RS Haji Medan milik Pemprovsu,” katanya.

Mahyaruddin menambahkan bahwa fenomena ini sering terjadi dikarenakan selalu bergantinya Dirut RSUD dr T Mansyur Tanjung Balai dan masih berstatus Pelaksana tugas (Plt), sehingga kinerja pimpinan RS tersebut tidak maksimal dalam membenahi ataupun meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Akibatnya yang ada dipemikiran pimpinan rumah sakit, pegawai dan petugas medisnya hanya memberikan rujukan rumah sakit kepada pasien yang tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu ke rumah sakit yang dirujuk kepada pasien,” Mahyaruddin yang juga Anggota Komisi E DPRD Sumut ini.

Maka atas dasar itu, lanjut Politisi Muda Partai Golkar ini, dirinya berinisiasi untuk membicarakan hal ini kepada Walikota Tanjung Balai dan Dirut RSUD dr T Mansyur mengingat kondisi masyarakat atau pasien yang selalu ‘melanglang buana’ ketika dirujuk RSUD milik pemerintah tersebut.  

“Dan tidak ada salahnya kita jadikan satu pemikiran yang sama bahwa rujukan itu supaya dijadikan satu yakni ke RS Haji Medan milik Pemprovsu yang saya lihat dan yakini sudah baik dalam pelayanan dan fasilitas kesehatan. Jika ada plus minusnya, itu hal yang biasa. Karena tidak ada kesempurnaan. Yang paling penting adalah komunikasi yang baik. Karena kepentingan masyarakat adalah yang utama,” tuturnya.

Mahyaruddin berharap, agar kerjasama ini bisa terjalin dengan cepat dan baik, agar hal-hal teknis yang menyangkut medis dan penanganan kesehatan bisa dibicarakan antara kedua rumah sakit. Sehingga pertolongan pasien yang memerlukan rujukan tidak terkendala lagi. Dan jika kerjasama ini bisa terlaksana, maka yang perlu menjadi catatan adalah penerimaan pasien dan penanganannya. Jika dalam penanganannya terdapat kendala di RS Haji dalam hal penyakit pasien yang terlalu berat dan belum adanya alat kesehatan yang bisa membantu untuk menangani penaykit pasien, sehingga harus dirujuk ke RS yang lebih besar, maka itu adalah hal berikutnya.  

“Yang penting bagi saya nantinya setelah kerjasama ini dijalankan oleh kedua rumah sakit ini adalah ketika masyarakat sampai ke RS Haji Medan, harus ada yang menampung dan jangan sampai menunggu lama, apalagi ‘dibola-bolai,” teganya.

Maka dari itu, sambung Mahyaruddin, dirinya mempersilahkan kedua RS ini untuk saling menyampaikan informasi dan membahas hal-hal yang dianggap penting prihal pasien rujukan.

“Jika harus ada yang didiskusikan, maka diskusikanlah dengan bijak. Tanya apa yang perlu dan penting soal rujukan pasien ini. Saya hanya memfasilitasi saja. Namun harus diingat bahwa pertermuan ini sebagai catatan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah sudah mengetahui hal ini dan setuju karena semakin membuat Sumut Bermartabat dan yang pastinya akan meningkatkan PAD RS Haji,” pungkasnya.  

Sementara pada kesempatan yang sama, Dirut RS Haji Medan dr Khainir Akbar Yusuf Sp.A mengatakan bahwa RS Haji adalah rumah sakit tipe B dan sudah menjadi milik Pemprovsu yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang saat ini telah memiliki beberapa kamar-kamar rawat inap khusus dan alat-alat kesehatan yang berstandar nasional dan internasional yang dibutuhkan untuk mendeteksi dan membantu pengobatan penyakit pasien.

Selain itu, lanjut dr Khainir, RS Haji juga telah memiliki dokter umum dan dokter spesialis yang sudah berpengalaman dan senior. Begitu juga dengan pegawai dan perawat yang bertugas, dianjurkan dan ditekankan melayani pasien dengan ramah dan senyum. Sehingga pasien bisa nyaman selama menjalani rawat inap maupun yang berobat ke RS Haji ini.

“RS Haji sudah memiliki kamar-kamar rawat inap khusus seperti kamar rawat inap anak, penderita TBS, AIDS bahkan kamar khusus isolasi pasien Covid 19. Area rumah sakit ini juga sangat asri, setiap ruangan berhadapan atau bersebelahan dengan ruang terbuka hijau atau taman. Begitu juga dengan para dokter, perawat dan pegawai yang kita tugaskan untuk melayani pasien dengan ramah, senyum dan sopan meskipun pasien yang datang tidak memiliki BPJS ataupun tidak memiliki uang. Tetap kita layani. Karena itu sudah menjadi tugas kita sebagai dokter,” papar dr Khainir.

Dr Khainir juga mengungkapkan RS Haji memiliki 627 pegawai yang terdiri dari 129 PNS dan 498 non PNS. Mereka selalu bersikap baik dan profesional dalam melayani pasien dan fasilitas alat kesehatan juga cukup lengkap dengan merk standar dan kelas ruangan jugaVIP.

“Merk alat kesehatan kita disini sudah standart, tidak KW (tiruan,red), begitu juga dengan para pegawia dan dokter spesialisnya, selalu ramah, baik dan professional dalam bekerja. Semoga apa yang dibutuhkan oleh pasien rujukan dari RSUD dr T Mansyur, kami selalu siap menerima dan melayaninya,” tandas dr Khainir.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD dr T Mansyur Kota Tanjung Balai dr H Fitra Prana Susila M.Kes mengatakan rumah sakit yang saat ini dikomandoinya pada awal Januari 2021 kemarin sudah menjadi BLUD dan masih berstatus tipe C. Sehingga para dokter yang melayani masih memberikan pelayanan dasar, karena belum memiliki alat-alat kesehatan yang lengkap dan belum banyak memiliki dokter spesialis.  

“Kami masih harus banyak belajar dari RS Haji Medan. Pelayanannya pun saat ini belum maksimal karena keterbatasan alat kesehatan dan ruangan yang dibutuhkan.Namun pada saat Pandemi Covid 19, kami sudah menyediakan ruangan khusus untuk isolasi bagi penderita Covid 19. Maka dari itu, saat Pak Mahyaruddin bertemu dengan saya, tercurahkanlah semua kendala yang dihadapi saat ini, khususnya prihal rujukan pasien,” ujar dr Fitra.

Maka, sambung dr Fitra, jika nantinya dalam diskusi pertemuan ini sesuai yang diharapkan, maka diharapakna RS Haji Medan dan RSUD dr T Mansyur bisa segera menjalin kerjasama secara resmi sehingga pasien yang berasal dari Tanjung Balai bisa langsung dirujuk ke RS Haji untuk memanfaatkan pelayanan dan penanganan kesehatan yang diharapkan.

“Yang terpenting bagi kita adalah komunikasi dan saling koordinasi sehingga mudah mengarahkan pasien ke RS Haji. Karena rata-rata pasien kami banyak penderita jantung dan ginjal. Sehingga tepat sekali jika dirujuk ke RS milik Pemprovsu ini,” harapnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini