Poaradda Nababan: Mendikbud Diingatkan Agar Tidak melantik Rektor USU Terpilih

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diingatkan agar tidak melantik Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) terpilih yang sedang diterpa tuduhan plagiarisme. Hal ini harus dilakukan guna menjaga kredibilitas universitas yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumut tersebut. 

"Tuduhan plagiarisme yang menerpa Rektor USU terpilih itu sebaiknya menjadi perhatian serius dari Mendikbud RI. Dan ada baiknya agar jangan melantiknya sebelum persoalan tersebut selesai. Karena salah satu syarat menjadi rektor yakni tidak pernah melakukan plagiarisme," kata Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, dr Poaradda Nababan kepada wartawan melalui sambungan seluler di Medan, Rabu (20/1/2021). 

Poaradda yang juga alumni USU tersebut sangat menyesalkan munculnya polemik dugaan plagiarisme yang menerpa kampus tempat dirinya 'menimba' ilmu. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan preseden buruk bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru besar dan pejabat tinggi di USU. 

"USU adalah kampus terbesar di Sumut, yang alumninya sangat dinantikan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pembangunan di provinsi ini. Jika Mendikbud RI tetap melantik Rektor USU terpilih tanpa 'menjernihkan terlebih dahulu tuduhan plagiarisme itu, maka dikhawatirkan kampus kebanggan masyarakat itu akan kehilangan kepercayaan intelektualnya ditengah-tengah masyarakat," ketus politisi PDI Perjuangan tersebut.

Poaradda juga senada dengan pernyataan Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) USU Prof Dr Guslihan Dasa Tjipta yang mengatakan bahwa Mendikbud terlebih dahulu harus menghapus dan menghilangkan tuduhan plagiarisme yang menerpa Rektor terpilih, sebelum dilantik. Karena sesuai putusan SK Rektor USU Prof Runtung Sitepu yang menyatakan bahwa rektor terpilih terbukti bersalah melakukan plagiat karya sendiri atau Self-Plagiarisme.

"Kita mengingatkan kembali Mendikbud agar benar-benar bijaksana dalam menyikapi persoalan plagiarisme demi kepentingan nama besar, calon alumni serta mahasiswa USU kedepannya. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap USU sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi terhadap putra putri terbaik bangsa," ucapnya. 

Poaradda juga menegaskan, jika nantinya rektor terpilih terbukti melakukan plagiarisme secara sah dan meyakinkan, maka harus dipertanggungjawabkan secara hukum agar menjadi efek jera, sehingga kedepan permasalahan seperti ini tidak terulang kembali dikalangan intelektual kampus," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini