Mesin Judi Tembak Ikan Marak Di Asahan, Polres Terkesan Tutup Mata

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Praktik perjudian mesin tembak ikan atau yang dikenal dengan "Game Zone". Kian marak dan menggurita perkembangannya disejumlah lokasi di Kota Kisaran Kab Asahan. Bahkan,lokasi tempat permainan judi tembak ikan itu sudah mencapai 9 lokasi untuk di wilayah Kota Kisaran dan lain di Kecamatan.

Dari pantauan wartawan di beberapa titik lokasi Game Zone, terlihat seluruh pengusaha yang terkesan kebal hukum dengan membuka usaha judi itu hingga pagi hari. Adapun game zone yang bebas buka, Jalan Diponegoro dua lokasi, Jalan Wahidin, Sisingamangaraja, Panglima Polim, Dr.Cipto, Tengku Umar,Imam Bonjol dan Kompleks Graha Terminal.

Bahkan, seluruh lokasi mesin judi tembak ikan itu tidak mengindahkan protokol kesehatan. Sebab semua pemain judi tembak ikan itu tidak ada yang memakai masker dan menjaga jarak saat memainkan mesin judi tersebut.

"Polres Asahan terkesan tutu mata dengan maraknya mesin judi tembak ikan di Asahan ini. Sebab, setiap jalan di Kota Kisaran,saya lihat mesin judi game zone bebas beroperasi bagaikan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum," ujar Seketaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (Sekum HMI) Cabang Asahan,Ali Ibrahim Manurung kepada wartawan, Rabu (27/1) di Kisaran.

Selain itu, kata Ali Ibrahim, sembilan lokasi game zone yang bebas beroperasi itu. Pengusahanya telihat tidak pernah melaksanakan protokel kesehatan dalam membuka usaha judi tembak ikannya.

Bahkan, sambung Ali, selain di Kota Kisaran. Ada juga mesin judi tembak ikan yang buka di sejumlah Kecamatan Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan.

"Kabupaten Asahan ini,terkesan Kabupeten khusus yang membebaskan dan melegakan praktik judi mesin tembak ikan lah terlihat oleh masyarakat. Karena semua jalanan  dan semua Kecamatan ada membuka bebas lokasi game zone," ungkap Ali Ibrahim Manurung.

Terpisah, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Husni Musthofa SHi meminta dan mendesak Pemkab Asahan untuk segera melegalkan  dan membuat Peraturan Daerah (Perda)  tentang permainan judi mesin tembak ikan di Asahan.

Pasalnya, mesin judi yang kini menjadi tempat hiburan yang digandrungi oleh masyarakat itu. Bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab Asahan,jika dikelola dengan baik.

"Karena mesin judi tembak ikan bebas beroperasi tanpa tersentuh hukum. Lebih bagus Pemkab Asahan segera buat Perda tentang hiburan tembak ikan untuk mendapatkan PAD dari pengusaha," tegas Husni Mustofa pada awak media, Rabu (27/1/2021) di Kisaran.

Kalau sudah dibuat Perda agar menambah PAD, sambung Husni Mustofa, Pemkab Asahan bisa membuat kebijakan dengan membuat rambu rambu atau tanda tanda di jalanan untuk penunjuk lokasi keberadaan "Game Zone" yang ada di Asahan.

"Kalau mesin tembak ikan di legal kan dengan dibuat Perda untuk dapat PAD. Maka Pemkab Asahan sudah bisa membuat rambu rambu keberadaan lokasi permainan hiburan itu. Agar masyarakat luar Asahan bisa tau lokasi untuk bermain," sebut Husni.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini