Komplotan Perampok Diringkus di Kisaran, 2 Otak Pelaku Di Pelor Reskrim Polsek Delitua

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Unit Reskrim Polsek Deli Tua berhasil meringkus komplotan perampok bersenjata tajam. Dua diantaranya sebagai otak pelaku terpaksa di beri tindakan tegas dan terukur. 

Ke enam tersangka yang diringkus yakni,  Wandi Sahputra alias Ucok (18) warga Jalan Tuar Ujung Kelurahan Medan Amplas, Kecamatan Patumbak, berperan sebagai pembacok tangan korban, Arifman Ndraha alias Arif (20) warga Jalan Melayani Gang Nusantara Kelurahan Amplas, Kecamatan Patumbak, berperan melempari batu,  Ariprayoga (18) Jalan Mandala Gang Ikhlas Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, berperan membawa pisau tongkat,  Aditia Prayoga (18) warga Jalan Utama Gang Syekh Burhanuddin Kelurahan Kota Matsum IV, Kecamatan Medan Area, berperan melepari batu,  Fahrul Parazi alias Azi (18) warga Jermal 14 Kelurahan Denai,  Kecamatan Medan Denai, berperan melempari batu, dan Agung Setiawan, berperan mengarahkan  para pelaku sebelum melakukan aksi. 

Para tersangka diringkus setelah orang tua korban bernama Sutarno (60) warga Amarta Dusun IV No. 17 B Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, melaporkan kejadian yang dialami anaknya Audri Ananda Sutarno (14), sebagai korban perampokan. 

Informasi yang dihimpun, Senin (11/1/2021) di Polsek Deli Tua menyebutkan, aksi perampokan yang dialami korban terjadi, Minggu (10/1/2021) dini hari sekira pukul 01.45 wib, di Jalan B.Z Hamid (Kanal), Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Saat itu korban bersama temannya berboncengan mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX BK 3398 AJM, hendak menuju Lapangan Merdeka Medan. Setibanya di Kanal, korban di hadang para pelaku yang sudah mengintainya. Pelaku Ucok langsung mengarahkan senjatanya ketangan korban hingga korban tersungkur. 

Tidak puas membacok tangan korban, pelaku lain melakukan kekerasan dengan menyeret korban hingga mengalami luka-luka. Melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku lainnya mengambil sepeda motor korban dan seluruh para pelaku langsung melarikan diri. 

Dalam keadaan terluka, korban menghubungi orang tuanya yang saat itu berada di rumah. Warga yang saat itu melintas langsung melarikan korban ke Rumah Sakit, terdekat intuk mendapatkan perobatan.

Petugas Unit Reksrim Polsek Deli Tua, adanya laporan orang tua korban langsung terjun ke lokasi dan mengintorasi korban serta temannya M. Irsan Ginting. Didapat dari keduanya salah satu nama tersangka Arif. Disitu polisi mendapatkan informasi, bahwasannya pelaku Arif, berada di kos-kosan di Kisaran, Kabupaten Asahan. 

Tim langsung bergerak ke lokasi yang di maksud. Minggu pagi sekira pukul 10.00 wib, Tim Opsnal langsung bergerak menuju lokasi dan didapati di kosan tersebut Arif dan Ucok. Polisi terus melakukan pegembangan dengan mencari barang bukti.

" Dari keterangan keduanya, hasil.kejahatan sepeda motorny di jual ke salah seorang peadah berinisial P, seharga Rp.7,5 juta. Disitu berang bukti diamankan dan P, tidak berada di tempat," ujar Iptu Martua Manik SH MH, mewakili Kapolsek Deli Tua, AKP Zulkifli Harahap SH.

Pengembagan terus dilakuakan, kata Martua Manik, dengan mencari pelaku lainnya. Didapat 4 tersangka lainya di rumah salah tersangka bernama Agus. Disitu para pelaku dinringkus dan mengakui perbuatannya. Disana dapati barang bukti senjata kejahatan.

" Ketika dilakukan pengembangan untuk mecari tersangka lain dan barang bukti, 1  buah samurai, 1 pisau tongkat, 1 buah gergaji pemotong es batu, 1 buah sepeda motor honda beat BK 3876 MAM, sebagai kendaraan(yang digunakan pelaku)," ungkap Martua Manik.

Saat dilakukan intograsi lebih kepada Arif dan Ucok, untuk menunjukan salah seorang pelaku bernama Lipi. Keduanya mencoba melakukan perampasan terhadap senjata petugas. Dengan sigap, Tim Opsnal langsung melakukan tindakan tegas dan terukur.

" Tindakan itu terpaksa dilakukan, dan keduanya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk mendapatkan pengobatan," ungkap Manik.

Selanjutnya, para tersangak dibawa ke Maposlek Deli Tua, untuk di proses lebih lanjut dan mempertanggug jawabkan perbuatannya.

" Imbas perbuatannya para tersangka di kenakan pasal 365 KUHPidana, pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandas Manik.(ds/wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini