EPZA: Pemblokiran Rekening Bank Milik Anggota Keluarga MRS Janggal

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 

dailysatu.com - Pemblokiran 7 rekening milik anggota keluarga Muhammad Rizieq Sihab dinilai merupakan suatu kejanggalan, fatal dan tidak tepat bila merujuk pada ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Pasalnya, Undang-Undang (UU) secara jelas dan tegas telah mengatur mekanisme pemblokiran rekening nasaban di bank.

Praktisi Hukum dari Kantor Advokat EPZA, Eka Putra Zakhran SH menilai bahwa pada Pasal 29 ayat (4) UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyebutkan, Penyidik, Penuntut Umum atau Hakim dapat meminta kepada Bank untuk memblokir rekening simpanan milik tersangka atau terdakwa yang diduga hasil korupsi.

“Nah, dari ketentuan pasal ini jelas bahwa yang dapat diblokir itu adalah rekening dari seorang atau beberapa orang tersangka ataupun terdakwa yang merupakan hasil tindak pidana korupsi, bukan simpanan biasa milik nasabah yang tidak bersalah,” katanya kepada wartawan melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi di Medan, Selasa (12/1/2021).

Eka mencotohkan bahwa ketentuan pasal 71 ayat (1) UU No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang menyebutkan, Penyidik, Penuntut Umum atau Hakim berwenang memerintahkan pihak pelapor untuk melakukan pemblokiran harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dari: a) Setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK kepada penyidik, b) Tersangka, dan c) Terdakwa.

Merujuk pada ketentuan Pasal 71 ayat 1 UU pencucian uang ini, jelasnya, menyebutkan bahwa yang diblokir itu adalah harta kekayaan yang merupakan hasil dari tindak pidana.

“Karena itu, apa yang dilakukan oleh pihak bank terhadap rekening anngota keluarga Muhammad Rizieq Sihab, hemat saya secara hukum jelas tidak tepat dan sifatnya sangat dipaksakan sebagai bentuk intimidasi dan masalah baru yang harus diluruskan,” ucapnya.

“Jika menggunakan nalar hukum causalitas atau hubungan sebab akibat, maka akan muncul pertanyaan, apa hubungan kasus pelanggaran penghasutan yang disangkakan pada Muhammad Rizieq Sihab dengan rekening anggota keluarganya, jawabnya jelas tidak akan ada relevansinya, kecuali kalau sengaja diada-adakan,” ketusnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini