Anggota Dewan Digaji Untuk Bicara, Jangan "Alergi" Dengan Wartawan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com -  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Drs Baskami Ginting mengajak 100 anggota dewan untuk tetap "merangkul" wartawan dan menjadikannya sebagai mitra kerja yang strategis, karena wartawan bisa juga sebagai penentu "hitam-putihnya" kinerja legislatif maupun eksekutif.

"Sudah sering saya ucapkan, wartawan itu banyak membantu kita dan menyampaikan kinerja kita kepada masyarakat. Tanpa ada wartawan, tidak akan tau rakyat apa saja yang kita kerjakan. Ayo rangkul wartawan khususnya yang bertugas di lembaga legislatif ini," ujar Baskami Ginting dalam sambutannya pada acara perayaan Natal 2020 dan syukuran Tahun Baru 2021 yang digelar, Sabtu malam (16/1/2021) di Aula DPRD Sumut.

Ditambahkan Baskami, beberapa hari lalu pihaknya sudah bertemu dengan para wartawan yang bertugas di lingkungan dewan. Banyak masukan dan usulan  disampaikan yang tujuannya bermuara kepada peningkatan kinerja dewan yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

"Wartawan itu jangan dimusuhi dan jangan pernah alergi terhadap mereka. Para politisi bisa menjadi besar dan dikenal oleh publik, tentu tidak lepas dari peran wartawan dan media massanya. Jadi mari kita bekerja sama dengan media untuk membangun daerah ini," tegas Baskami.

Perlu diketahui, tandas politisi PDI Perjuangan ini, anggota dewan atau biasa disebut parlemen salah satu tugasnya untuk berbicara membela dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Jadi kalau ada anggota dewan tidak pernah berbicara, berarti kurang memahami fungsinya sebagai parlemen.

"Berbicaralah untuk rakyat dan sudah ada disediakan tempatnya, salah satunya media massa atau online. Jangan sekali-kali alergi terhadap wartawan," tegas Baskami sembari menambahkan, dirinya menjadi anggota legislatif ini tidak terlepas dari dukungan dan pemberitaan media massa.

Sambutan Baskami Ginting ini untuk menindaklanjuti gencarnya pemberitaan di media massa, terkait dengan minimnya anggota dewan melakukan komunikasi dengan wartawan, karena dari 100 anggota DPRD Sumut, hanya 10-15 persen yang aktif 

menyampaikan informasi dan berkomunikasi.

Padahal 100 anggota dewan memiliki tunjangan komunikasi sebesar Rp21,6 miliar setiap tahunnya dialokasikan di APBD Sumut. Perinciannya setiap anggota dewan memperoleh "jatah" sebesar Rp18 juta/bulan atau Rp216 juta/tahun, yang kegunaannya untuk biaya pulsa hp (handphone), biaya komunikasi dengan rakyat, publikasi dan lain sebagainya.

Namun kenyataanya, dari 100 anggota dewan, hanya 10-15 persen yang melakukan komunikasi, publikasi dan sosialisasi terkait kinerjanya  melalui media massa. Selebihnya mempublikasikannya melalui akun facebooknya maupun instagramnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini