4 Bandar Narkoba Antar Provinsi Diringkus di Dua Hotel di Medan, 1 Orang Tewas Ditembak, BB 26,9 KG Sabu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pihak Kepolisian Resort Kota Besar Medan melalui Sat Narkobanya,  kembali menggagalkan peredaran narkoba yang masuk ke kota Medan. Narkoba jenis sabu-sabu itu yang dijalankan pelakunya merupakan jaringan Aceh, Pulau Jawa, Sumatera Utara, hingga negara Malaysia.

Namun sebelum masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara, peredaran sabuk itu berhasil digagalkan pihak Sat Narkoba Polrestabes Medan. Petugas meringkus 4 orang tersangka dari kawasan hotel di Medan. Dari tersangka di temukan barang bukti 26,9 Kg narkoba jenis sabu-sabu.

Ditangkap para tersangka berawal petugas mendapatkan informasi masuknya para tersangka yang membawa narkoba dengan jumlah banyak ke Hotel Grand Central Jalan Sei Blutu No. 17 B Kecamatan Medan Baru.

Dari kamar No.501 hotel itu, polisi berhasil meringkus 3 orang tersangka pada, Senin (11/1/2020) sekira jam 04.00 wib.

Ketiga tersangka yakni, Eko Selamat Riadi (23), dan RS (20). Keduanya merupakan warga Kelurahan Jeumpa Glumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Kemudian, FS (20) warga Dusun Habib Alwi I, Kelurahan Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh.

"Dari ketiga tersangka ini, kita berhasil menyita 22 bungkus plastik yang berisi 1,9 gram sabu dari dalam sepatu warna coklat yang digunakan masing-masing tersangka," ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin saat menggelar press release ungkapan sabun tersebut di depan ruang jenazah RS Bhayangkara Medan, Kamis (14/1/2021) siang.

Kapolda menyebutkan, dari hasil introgasi terhadap ke tiga tersangka, ternyata barang haram perusak bangsa itu diperoleh dari tersangka Misbahus Surur (31) yang keberadaannya sudah diketahui.

Petugas pun langsung melakukan pengejaran terhadap pria asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu ke Jalan Sisingamangaraja Medan. Tepatnya di Hotel Garuda Plaza Medan, Misbahus Surur berhasil dibekuk pada pukul 18.00 WIB. Darinya polisi menyita 1 buah koper warna biru yang berisi 25 bungkus teh Cina yang berisi sabu.

"Dari hasil interogasi terhadap tersangka, barang tersebut diterima dari seseorang dengan sebutan Hatta (DPO) dan ada satu lagi rekan tersangka yang berinisial AA berada di Binjai ikut membawa sabu," papar Kapoldasu yang juga didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Rico Sunarko.

Di dalam perjalanan menuju penyergapan selanjutnya, polisi mengaku bahwa tersangka Misbahus Surur menyerang personil dengan cara memukul menggunakan borgolnya dan hendak merampas senpi sehingga petugas langsung meletuskan senjata api ke arahanya. "Tersangka pun tewas dan dibawa ke RS Bahayangkara Medan," sebut Kapoldasu.

Kapoldasu menerangkan, dari ke empat tersangka, sebanyak hampir 26,9 Kg sabu yang diamankan. Namun salah seorang tersangka terpaksa ditembak hingga tewas.

"Barang buktinya 22 bungkus plastik yang berisikan sabun seberat 1.900 gram dan 25 bungkus plastik teh Cina berisi sabun seberat 25.000 gram. Sehingga total 26.900 gram atau 26 Kg lebih," jelasnya.

Saat ini petugas mengaku masih menyelidiki dan mengejar pelaku lainnya yang terlibat. Untuk para tersangka yang diringkus hidup, dipersangkakan Pasal 114 Ayat (2) Subs 112 Ayat (2)UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 

"Ancaman hukuman 20 tahun penjara," tegasnya.(ds/wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini