Terkait Penerbitan Ribuan E-KTP Menjelang Pilkada Labuhanbatu, LSM Pelopor Menduga Digunakan Untuk Menambah Suara Salah Satu Paslon

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) penerbitan ribuan E-KTP oleh Disdukcapil disoal. Pasalnya, E-KTP tersebut diduga digunakan untuk menambah lumbung suara salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati.

Seperti yang disampaikan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Pelopor) Kabupaten Labuhanbatu Syaiful Bahri Ritonga pada Jum'at (25/12/2020).

"Saya sangat menyesalkan pihak Disdukcapil yang banyak mengeluarkan E-KTP menjelang Pilkada. Saya duga E-KTP itu digunakan untuk menambah suara salah satu Paslon bupati di Labuhanbatu,"jelas Saiful.

Dijelaskannya, penerbitan E-KTP itu tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai administasi kependudukan yang diatur didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2013 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administarsi kependudukan yang disebut UU administrasi kependudukan. Sebutnya.

Ditambahkannya, dugaan Penerbitan E-KTP yang diduga untuk menambah suara salah satu paslon dengan adanya postingan yang  Viral dimedia sosial (Sosmed) yaitu dua orang warga berinisial Am dan At yang terlihat banyak memegang E-KTP yang telah usai dicetak pihak Disdukcapil Labuhanbatu.

Bahkan, lanjut Ipul, saat mereka  berkunjung ke kantor Disdukcapil Labuhanbatu, Rabu (23/12/2020) lalu, Kadis Dukcapil Mazni Haiti tidak dikantor, saat dihubungi melalui seluler dan menanyakan terkait viralnya disosmed tentang banyaknya E-KTP dikantor pemenangan 03, Mazni haiti menjawab, itu tak urusan mereka.

"Kami hanya cetak. Saya dirumah sakit, konfirmasi saja kabid dukcapil Sahnan,"jelas Ipul menirukan ucapan Kadis.

Sahnan saat ditanyakan terkait viral dimedsos E-KTP beredar dikantor paslon 03 menyampaikan, permohonan yang masuk ke disdukcapil kami cetak. Bahkan, 9 Desember 2020 mereka kerja sesuai perintah Mendagri.

"Kami cetak, yang bisa mengambil Camat, Lurah dan Kades. saat ditanyakan kembali kalau TS 03 yang mengambil bukan perangkat Desa bagaimana, Sahnan menjawab kalau wajar kami kasi, tutup Sahnan,"sebut Ipul lagi menirukan ucapan Sahnan.(ds/zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini