Terkait Anggaran Penanganan Covid 19 Sebanyak Rp 20 M, Pjs.Bupati Labuhanbatu: Kalian Tanyak BPBD

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Anggaran penanganan penanggulangan Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19) di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), sudah terealisasi sebesar Rp 20 miliar. Diketahui, seperti pemberitaan sebelumnya bahwa Pemkab Labuhanbatu telah menggunakan dana sebesar Rp20 Miliyar untuk biaya kesehatan.

Dana tersebut digunakan untuk pembelian masker, rapid test, handsof, APD singel, facil kacamata, termo camera dan Vtm menghabiskan dana sebanyak Rp.1.905.036.000. Bidang operasional, pencegahan dan penanganan menelan dana sebanyak Rp.7.439.744.525. Bahkan, bidang jaringan net sosial [bantuan tunai] Rp.11.648.400.600. dipertanyaan.

Pjs. Bupati Labuhanbatu Drs.Mhd Fitryus, SH, MSP, seusai pembahasan rencana APBD tahun anggaran 2021 digedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu pada, Senin (30/11/2020) saat dipertanyakan terkait anggaran penanganan penanggulangan Covid 19 sebesar Rp 20 Miliar kemana saja, beliau terkesan mengarahkan dailysatu.com kepada OPD lain.

"Jadi gini, yang mempunyai anggaran itu kan OPD. Berapa, dan kemana aja, itu mereka yang paham,"tutur Drs.Mhd Fitryus menjawab dailysatu.com.

Lebih lanjut, Pjs.Bupati Labuhanbatu menjelaskan, administrasi apa saja terkait covid 19 semua itu ada di OPD. Sesuai pungsional berdasarkan Perment 2020. "Kalian tanyak BPBD," jelasnya.

Namun, saat disinggung apakah Pjs.Bupati Labuhanbatu tidak memiliki administrasi terkait administrasi penggunaan dana sebanyak Rp 20 M yang sudah digunakan untuk penanganan covid 19, beliau menjawab dengan singakat. "Tidak ada" sembari masuk ke dalam mobil dinasnya.

Sebelumnya, direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten labuhanbatu dr.Syafril RM Harahap, SpB, ketika ditemui diruang kerjanya dan dipertanyakan apakah RSUD memiliki anggaran penanganan penanggulangan Covid 19, beliau mengatakan bantuan untuk penanganan penanggulangan Covid 19 untuk medis RSUD ada, tapi kami hanya menerima barang saja. Soal harganya kami tidak tau.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu Zainuddin Harahap sebelumnya mengatakan, bahwa dinasnya telah memberikan bantuan tunai kepada masyarakat Labuhanbatu sebanyak 38.507 Kepala keluarga (KK).

"Bantuan tunai Dinas Sosial untuk penanganan terdapat covid 19 sebanyak Rp 11 M lebih, itu sudah kita salurkan kepada 38.507 KK, per KK nya mendapat Rp.300.000," tukasnya.

Terpisah, komisi II DPRD Kabupaten Labuhanbatu meminta Pemkab Labuhanbatu agar bantuan sosial tunai ditiadakan lagi.

"Untuk tahun anggaran T.A 2021 bantuan sosial tunai yang bersumber dananya dari Kabupaten ditiadakan lagi, karena pertimbangan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu kami menghimbau kepada pemerintah daerah, bila merencanakan sesuatu haruslah penuh pertimbangan dan melihat kemampuan keuangan. Kalau keuangan pemerintah daerah tidak mampu jangan menjanjikan kepada masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan. Persoalan data orang tidak mampu dilabuhanbatu ini belum selesai. 

'Masalah data PKH, data BPNT dan jenis bantuan-bantuan lain masih simpang siur. Dinas Sosial melemparkan persoalan ke pendamping PKH, Desa dan Kelurahan katanya tidak tahu menahu, semua saling menyalahkan. Ditahun anggaran 2021 kami harapkan agar Dinas Sosial dapat menyelesaikan semua persoalan ini,"sebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Labuhanbatu Fauzi saat membacakan tanggapan komisi II atas pembahasan rencana APBD tahun anggaran 2021 pada, Senin (30/11/2020). (ds/Zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini