Penyabar Nakhe: Sektor Pendidikan & Pariwisata Jadi Fokus Kerja

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut)  Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2019-2024, daerah pemilihan (Dapil) Sumut VIII Kepulauan Nias, Penyabar Nakhe yang baru saja resmi dilantik, Jumat (11/12/2020), berjanji akan memfokuskan kinerja pada pendidikan.

Dijelaskan Panyabar Nakhe, bahwa dirinya menerima keluhan dari para pengajar dan siswa terkait proses belajar mengajar dengan sistim daring yang terdapat kendala akibat Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19). Hal ini dikarenakan di Kepulauan Nias masih banyak daerah pelosok yang belum terjangkau akses jaringan internet, sehingga fasilitas tersebut sangat diperlukan,

"Akibat Pandemi Covid 19, proses belajar mengajar seluruh siswa, khususnya SMA/SMK sederajat melalui sistim daring dan menggunakan jaringan internet. Hal ini menjadi kendala karena di Nias masih banyak daerah yang belum terjangkau internet. Sehingga mengalami kendala baik guru maupun siswa. Sementara Pemprovsu melalui Dinas Pendidikan Sumut yang memiliki kewenangan untuk SMA/SMK sederajat, tidak menyediakan fasilitas tersebut, kepada sekolah, guru dan siswa,” ujarnya kepada wartawan usai acara pelantikan PAW dirinya di Gedung Paripurna DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Jumat (11/12/2020).

Tidak hanya itu, lanjut Penyabar Nakhe, tenaga pengajar yang ada di Kepulauan Nias pun sebenarnya masih banyak yang belum memiliki Laptop dan jaringan internet tidak mendukung.

“Maka dari itu, saya akan bekerjasama dengan kawan-kawan anggota dewan lainnya untuk mendorong persoalan ini agar menjadi perhatian penuh Pemprovsu dan Pemkab/Pemko yang ada di Kepuluan Nias. Sehingga pendidikan anak-anak di Kepulauan Nias tidak tertinggal,” tegasnya.

Penyabar juga menerangkan, jika sistim belajar secara daring ini terus dijalankan oleh pemerintah tanpa adanya perhatian dan dukungan fasilitas internet dan laptob yang sudah dilengkapi dengan e-learning untuk para guru, sehingga guru akan lebih mudah memberikan pelajaran bagi siswa, dan kekhawatirkan akan ketertinggalan persoalan pendidikan bisa dituntaskan.

"Saat ini saja, Nias masih banyak ketertinggalan berbagai aspek, jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumut. Maka dari itu, kita berupaya untuk berkolaborasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah, agar masalah fasilitas guru dan anak didik dalam masa Pandemi Covid-19 dapat dilengkapi,” cetusnya.

Tidak hanya itu, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini, dirinya juga akan memanfaatkan sisa masa periode ini untuk memendongkar sektor Pariwisata dan UKM yang ada di Nias. Hal ini harus dikerja karena Nias memiliki banyak daerah tujuan wisata (DTW) kelas dunia yang kurang dikelola secara maksimal oleh pemerintah.

“Sektor pariwisata dan UKM juga menjadi focus kerja saya disisa periode ini. Jika kedua sektor ini dikelola secara maksimal oleh pemerintah, maka Nias akan menjadi DTW kelas dunia yang dilengkapi dengan toko-toko cideramata, kuliner dan UKM lainnya yang bisa menaikkan perekonomian rakyat, sehingga nantinya banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang akan berkunjung ke ke pulau ini untuk menikmati panorama alam wisata Nias,” tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini