Pemerintah Pusat dan Pemkab Tapsel Diminta Cabut Izin PT NSHE

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 

 


DailySatu.com, Politisi senior Partai NasDem H.M Nezar Djoeli ST, sangat menyayangkan peristiwa insiden excavator yang terseret longsor ratusan meter milik PT NSHE yang terjadi beberapa hari lalu. 

"Perlu pengkajian ulang terhadap perijinan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kementerian Energi dan Minerba, Kementerian Lingkungan Hidupkan Dinas Lingkungan Hidup Tapsel yang tanpa menganalisa dengan cermat dalamengeluarkan izin AMDALnya,"" katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu (5/12/ 2020)

Menurut Nezar, persoalan ini menunjukkan adanya ketidakberesan Pemkab Tapsel dan Kementerian terkait dengan PT NSHE. 

"Jelas ini menjadi pertanyaan besar, kenapa bisa terjadi? Apakah PT NSHE itu yang 'nakal' atau diduga terjadi 'kong kalikong' dalam menerbitkan izin antara Pemkab Tapsel, Kementerian terkait dan perusahaan," cetusnya. 

Maka dari itu, tegas Nezar, dirinya mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cepat bertindak mengevakuasi orang-orang dan sungai yang terganggu akibat longsoran tersebut. 

"Karena saat ini kondisi sangat rawan akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Bisa-bisa mengakibatkan banjir bandang nantinya," ketus Nezar yang juga Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas ini. 

Nezar juga meminta Pemkab Tapsel dan perusahaan harus bertanggung jawab atas peristiwa ini, begitu juga dengan kementrian terkait harus tegas dengan meninjau ulang kembali izin PT NSHE sekaligus menghentikan kegiatan perusahaan tersebut sampai proses investigasi peristiwa tersebut dari pihak berwajib selesai 

"Apabila nantinya dalam ditemukan kesimpulan investigasi dianggap perlu mencabut izin perusahaan itu, maka segera dicabut izinnya. Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo dan Kapolri juga harus tanggap situasional dalam ini sebab menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kampung halaman Besannya Presiden Jokowi," cetusnya seraya menambahkan bahwa Bupati Tapsel juga harus ikut bertanggungjawab penuh atas peristiwa tersebut dan merupakan pekerjaan yang urgensinya sangat krusial. Jangan sampai terjadi bencana baru, baru semuanya sibuk. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini