Medan Barat, Warga Temukan Aksi Bagi Beras Dan Kalender Bergambar Paslon 02

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Memasuki masa Minggu tenang jelang Pilkada 9 Desember 2020, aksi dugaan money politik kembali terjadi. Kali ini melibatkan pasangan calon 02, Bobby Aulia-Rachman Aulia. 

Kejadian itu ditemui langsung oleh sejumlah warga di kawasan Jalan Karya Setuju Gang Bilal, Kel Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Senin (7/12/2020).

Selamet Riyadi salah satu warga yang menemukan indikasi dugaan money politic itu menerangkan, jika dirinya bersama rekan yang lain saat itu tengah memantau lokasi TPS yang akan dijadikan sebagai tempat pemilihannya.

Namun, saat berad di lokasi dirinya melihat dua orang ibu tengah menenteng beras berukuran 5 kilogram. Awalnya mereka tak curiga. Namun saat melihat ada kalender bergambar Paslon 02, mereka langsung menemui dan bertanya kepada ibu tersebut.

"Nah kami mulai curiga bagi beras kok ada gambar paslon ini kan masa Minggu tenang tidak boleh lagi ada kampanye. Selanjutnya kami tanya lokasi rumah yang bagi beras dan kami tanyakan langsung tujuannya," sebut Slamet didampingi temannya Fauzi yang juga berada di lokasi. 

Saat itu bilang Slamet, pria pembagi beras yang diketahui bernama Sukatno awalnya mengaku beras dibagikan dalan agenda reses anggota DPRD Medan, Robi Barus. 

"Dia mengaku beras itu dibagi dalam agenda reses. Padahal jadwal reses masih lama bukan sekarang. Itu juga menambah kecurigaan kami," terangnya, dan mengaku telah merekam percakapan tersebut dalam video bergambar. 

Atas temuan itu, Slamet dan rekan lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Panwascam Medan Barat yang tak jauh dari lokasi.

Bersama Ketua Panwascam Medan Barat, Ali Sakti Nasution warga kembali mendatangi kediaman Sukatno untuk menegaskan tujuannya membagikan beras dan kalender bergambar salah satu Paslon.

Pembagi Beras Awalnya Berdalih Untuk Reses, Di depan Panwas Ngaku Bantuan Covid 

Dalam kesempatan itu, Sukatno yang awalnya berdalih membagikan beras dalam agenda reses dan terekam jelas dalam video berduri 02.12 menit itu, coba mengklarifikasi jawabannya.

Di hadapan Ketua Panwascam Medan Barat dan awak Media, Sukatno mengaku beras tersebut untuk bantuan Covid 19.

"Bagi beras bantuan covid , dari Robi Barus. Kalau kalender menyangkut 2021. Ini dananya dari saya dan pak Roby. Tapi memang tidak ada perintah dari pak Robi Barus untuk membagikan kalender," terangnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengaku ada 7 kalender dan 20 goni beras ukuran 5 kilogram yang dibagikannya kepada masyarakat.

"Kalender dapat dari Konstituen. Tapi gak ada perintah membagikannya. Kenapa jadi masalah kalau niat kita baik,"  ucap pria yang mengaku sebagai pengacara itu.

Disinggung mengenai masa tenang, dirinya mengaku tidak mengetahui jadwal, dengan alasan tak mendapatkan sosialisasi.

"Ini masalah iri. Padahal kita berbuat baik. Kalau kalender saya tidak tahu mengenai hal itu apakah masa tenang. Di kalender bergambar pasangan calon di baliknya juga ada gambar kegiatan Robi," sebutnya lagi.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengaku siap dipanggil Panwascam dan akan bertanggungjawab dengan perbuatannya.

"Saya secara pribadi minta maaf. Sampai tanggal 9 Desember tak akan ada lagi bagi-bagi beras. Karena memang saya gak ada niat kmpanye, apalagi menyuruh orang untuk nyucuk paslon," ujarnya. 

Menyahuti hal itu, Ketua Panwascam Medan Barat Ali Sakti Nasution menjelaskan jika warga datang ke Panwascam sifatnya bukan melaporkan.

"Cuma mereka ada mendapati langsung di lapangan karena awalnya kalo dengar cerita mereka tadi. Mereka (Slamet dan Fauzi) awalnya mengecek pendistribusian C pemberitahuan termasuk juga sosialisasi terhadap pendirian TPS. Nah awalnya mereka tidak curiga ada masyarakat yang bawa beras. Kemudian pas jalan balik ini kalau dengar cerita mereka tadi ya, mereka dapati lagi ada yang bawa beras dan kalender. Rupanya kalender tadi itulah  ada foto paslon. Itulah yang mereka vidiokan tadi," terang Sakti.

Masih menurutnya, prinsip atau ketentuannya Panwascam masih menunggu apkah nanti dilaporkan secara resmi atau tidak.

"Tadi kan sebenarnya mau kita proses tapi mereka sendiri yang menunggu arahan. Dia mau nyampaikan dulu di strukturnya kalau seandainya mereka mau melanjutkan proses ini, nanti malam atau paling lambat besok mereka akan melaporkan ke kita. Kita masih nunggu laporan dari mereka secara resmi," terangnya.

Disinggung larangan kampanye di masa tenang, Sakti membenarkannya. 

"Ya betul, memang tidak boleh ada kampanye tapi ini prinsipnya tidak kami yang menemukan secara langsung. Ini kan dapat langsung laporan dari masyarakat. Anggaplah mereka bagian dari masyarakat walaupun mereka bagian dari pasangan calon, bagian dari timlah," sebutnya.

"Kalau memang nanti mereka melapor secara resmi kota akan proses. Makanya tadi saya sampaikan ke pak Sukatno yang melakukan distribusi sebagai pemilik rumah dan juga tempat penyimpanan yang  mau didistribusikan tadi saya sampaikan. Kalo seandainya ini diproses  bapak siap-siap kami panggil. Sekaligus saksi-saksi dari masyarakat tadi," sambungnya.

Sakti juga menjelaskan jika deliknya masih dugaan pelanggaran. Jika ada delik pidana maka pihaknya akan melanjutkan ke Gakkumdu Medan. (ds/lilik)

Share:
Komentar

Berita Terkini