Toga Mahaji Berhak Mundur, Jika Fitnah Orang Lain Bisa Dijerat Pidana

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 


 


 

DailySatu.com, Toga Mahaji yang merupakan mantan Ketua Tim Pemenangan Calon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Nomor urut 1, bisa terjerat pidana jika asal bicara terkait nama Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani disalah satu Media Online.

“Melalui Media Online tersebut, Toga Mahaji mengaku kecewa dengan terlibatnya Bakhtiar untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Nomor urut 1 tersebut dan menuduh Bakhtiar melanggar aturan,” kata Koordinator Tim Hukum Calon Bupati Tapsel Ir H Mhd Yusuf Siregar- H Roby Agusman Harahap, SH kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (7/11/2020).

Menurutnya, Toga Mahaji kemungkinan panik dan lupa serta tidak mengetahui bahwa kunjungan Bakhtiar Ahmad Sibarani ke Tapsel baru-baru ini hanya silaturahmi ke Kantor DPD NasDem Tapsel, serta makan siang di rumah Ketua DPD NasDem Kota Sidimpuan Roby Agusman Harahap.

“Jadi perlu diketahui bahwa kunjungan Bakhtiar tersebut bukan merupakan undangan Robby Agusman Harahap. Pada pertemuan tersebut Bakhtiar Sibarani yang juga Ketua DPD Partai NasDem Tapteng hanya menjelaskan isi Surat Tugas dari DPW Partai NasDem Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sekaligus memberikan arahan calon yang diusung Partai NasDem agar santun dan sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Desember 2020 mendatang.

 

“Lagi pula kedatangan Bakhtiar tersebut bertepatan dengan hari libur panjang yakni disekitar tanggal 29 Oktober 2020, sehingga tidak perlu cuti dan tidak menyalahi aturan,” tegas Ranto.

Ranto juga menerangkan bahwa Bakhtiar Sibarani mendapatkan Surat Penugasan dari DPW Partai NasDem Provinsi Sumatera Utara dengan nomor surat 159/SI.I/DPW-NasDem/SU/X/2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris DPW Partai NasDem Prov Sumut Iskandar, ST dan H. Syarwani, SH tertanggal 20 Oktober 2020. 

Dalam Surat tersebut, lanjut Ranto, menugaskan Bakhtiar untuk melakukan Koordinasi dengan DPD Partai NasDem dan Calon Kepala Daerah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapsel dalam rangka pemenangan Pemilihan Kepala Daerah yang diusung Partai NasDem.

Lebih lanjut Ranto menuturkan, bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Bakhtiar Ahmad Sibarani terkait tuduhan Toga Mahaji tersebut dan Bakhtiar sendiri belum berniat melaporkan Toga Mahaji dan bahkan menyarankan yang bersangkutan agar berpolitik dengan santun.

 “Bakhtiar menyebut bahwa Pilkada akan berakhir tanggal 9 Desember 2020, karena itu semua pihak sebaiknya taat hukum dan saling menghormati,” ucapnya.

 Ranto juga menerangkan bahwa dalam salah satu pemberitaan Online, Toga  mengaku mundur karena telah merasa melakukan sosialisasi selama dua setengah bulan dengan menggunakan dana pribadi.

“Menjadi Tim Pemenangan bukan untuk mencari keuntungan finansial melainkan Tim Pemenangan harusnya menjadi pembelajaran politik bahwa kekuasaan yang harus dimenangkan secara demokratis, didistribusikan dan tidak terpusat hanya kepada suatu kelompok atau keluarga, jadi keliru jika menjadikan finansial sebagai alasan mundur, lagi pula yang bersangkutan mestinya jujur telah mendapatkan dukungan finansial juga dari Pasangan Calon Nomor Urut 1,” imbuhnya. 

Ranto yang didampingi Kamaluddin Pane juga mengingatkan Toga Mahaji, bahwa yang bersangkutan berhak untuk mundur dan tidak perlu mencari-cari alasan untuk membenarkan kemundurannya tDalam surat mundurnya dijelaskan ada perbedaan yang tidak ada solusinya, namun di pemberitaan online menyebutkan alasan mundur karena sosialisasi menggunakan dana pribadi dan keberatan karena Bakhtiar Sibarani datang konsolidasi ke Tapsel, bahkan yang bersangkutan menuduh istri  Calon Bupati Nomor Urut 1 lebih dominan mengambil keputusan. Semua ucapannya tersebut berpotensi pidana. Sebenarnya Toga Mahaji ini mau mundur atau mau menjadi Tim Pemenangan Pasangan Calon lain? Biar masyarakat yang menilainya,” tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini