Sugianto Pernah Terjerat Kasus Upal, Buka Bisnis Investasi BMW Cash Raup Uang Member Hingga Rp.60 Miliyar

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Sosok Dianto Prakoso Wijaya alias Sugianto alias Anto yang merupakan owner investasi Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash, kini menjadi orang yang paling sangat dicari oleh ratusan orang member bisnis investasi tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Betapa tidak,sosok Anto anak Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan ini, berhasil meraup uang membernya mencapai Rp.60 Miliyard lebih.

Bahkan,Anto yang dulunya anak Dusun dikenal sebagai pria yang tamatan STM ini, merupakan pria yang handal dan sukses dalam membuka bisnis investasi bodongnya, dengan memiliki tiga orang istri dan satu dicerai dan dua dipakainya.

Akibat suksenya dia membuka bisnis investasi tanpa ada legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat itu. Anto banyak memiliki asset tanah ,rumah dan puluhan mobil mewah.

Saat melakukan liputan di rumah Sugianto, sempat bertemu dengan tetangga Anto yang bernama Suraji, kepada wartawan dia mengatakan bahwa Sugianto alias Anto bukan kali pertama ini saja terjerat kasus. 

Pasalnya,sebelumnya Anto disebut sebut pernah menjalani masa hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Labuhan Ruku Kabupaten Batubara. Anto menjalanin hukuman terkait kasus mengedarkan uang palsu (upal).

"Dulu, entah tahun kapan, saya tidak ingat lagi kapan tepatnya, dia pernah terkena kasus uang palsu. Ditangkap di Meranti Kab Asahan. Uang itu dicetaknya sendiri," beber Suraji pada dailysatu.com, Jumat (13/11)

Menurut Suraji, keahlian mencetak uang palsu itu dipelajari oleh Sugianto alias Anto secara otodidak. Terlebih saat itu, Anto disebut mulai belajar berbagai program dan aplikasi komputer.

Bahkan atas kemahirannya mengoperasikan komputer, Anto sempat membuka usaha rental dan fotocopy di sekitar tempat tinggal mertuanya di Jalan Besar Lintas Air Joman.

"Dia mulai belajar komputer secara otodidak, dan dia sampai sempat membuka usaha rental komputer. Di situ juga ada ditemukan polisi uang palsu, alat-alatnya sempat dibawa dan disita polisi saat itu,"jelas Suraji.

Sedangkan sekolah dia,tambah Suraji,Anto merupakan alumnus sebuah STM swasta di Kota Kisaran. Owner BMW Cash itu mengambil jurusan elektronik.

"Dia (Anto) ini tamatan STM, jurusan elektor. Begitu tamat pernah buka reparasi barang-barang elektronik. Jadi ada beberapa orang yang bawa TV, radio dan barang eletronik lainnya lah untuk dibetulin, uang diambil. Tapi barangnya tak pernah selesai," sebut Suraji.

Makanya, lanjut Suraji,dengan adanya kasus yang menimpa Anto dan keluarganya, Suraji mengaku tak merasa heran. Lantaran mengenal sosok Anto yang memang sejak kecil tumbuh di kampung mereka sebagai orang bandal dan lasak.

Sehingga menurutnya, meski bisnis investasi BMW Cash milik Anto sempat mencuat, tidak ada tetangga tempat tinggal orang tuanya di Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, yang mau ikut dalam bisnis tersebut.

"Warga sini sudah tau tabiat dan siapa si Anto itu, jadi hampir nggak ada yang mau ikut BMW Cash. Kalau desa sebelah banyak yang menjadi korban dia," kata Suraji.

Sedangkan tetangga lainnya,Buk Atik yang ditemui awak koran ini, juga mengaku kalau Anto pernah masuk penjara. Dan setelah keluar penjara dia langsung merantau ke Malaysia.

"Saat bisnis BMW Cash Anto berjalan lancar, disaat masa pandemi covid-19 kemarin. Anto pernah berbagi sama tetangga dengan memberikan beras seberat 5 kilogram kepada warga sekitar loh," ujar Buk Atik.

"Memang si Anto, setahu aku dulunya pernah masuk penjara kasus uang palsu. Dan setelah keluar dia pergi ke Malaysia. Setelah pulang dari negeri seberang,dia aku lihat buka bisnis investasi BMW Cash. Malah aku diajaknya,namun aku tidak mau. Karena aku sudah tau siapa si Anto bang," ujar Abi salah seorang tetangga lainnya pada dailysatu saat ditemui dilokasi rumah Anto.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini