Soal Penyebutan Nama Wagubsu, Kacabdis Pendidikan Gunung Sitoli & Nisel Layak Dicopot

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Alpian Hutauruk telah memberikan teguran kepada Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Nias Selatan Waozaro Hulu dan Gunung Sitoli Gatimbowo Lase terkait penyebutan nama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah untuk salah satu pasangan calon kepala daerah.

“Saya sudah tegur Kacabdisnya dan mereka sudah minta maaf. Saya juga tegaskan kepada kedua Kacabdis tersebut bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berpolitik. Selain itu, mereka juga berjanji akan meminta maaf langsung sama Pak Wagubsu,” katanya kepada wartawan usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi E DPRD Sumut di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (24/11/2020).

Disinggung apakah sudah dilakukan tindakan dan pemberian sanksi terhadap Waozaro Hulu dan Gatimbowo Lase, Sekdis Pendidikan Sumut Alpian mengatakan pihaknya belum ada memberikan sanksi administrasi maupun pencopotan sebagai Kacabdis.

“Belum ada pemberian sanksi dan pemberian berita acara pencopotan. Saya pribadi menilai belum ada ASN disana yang belum memenuhi syarat untuk menggantikannya. Saya akan kroscek dulu. Namun kita sudah koordinasi dengan DPRD Sumut apakah ada rekomendasi. Intinya kita akan bertanya kepada pimpinan dan akan segera kita tindaklanjuti,” tandasnya.

Sebelumnya, informasi yang diterima bahwa Kacabdis Pendidikan Nisel dan Gunung Sitoli meminta Guru SMA dan SMK dijajaran mereka untuk mendukung salah satu Paslon kepala daerah di Nisel dan Gunung Sitoli dan jika para guru tidak mendukung Paslon yang diarahkan Kacabdis tersebut, maka akan dipindahkan atau dimutasikan sesuai perintah Wagbusu Musa Rajeckshah. 

Sementara itu menanggapi persoalan ini, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra, Thomas Dachi SH meninta Wagubsu segera mencopot kedua  Kacabdis Pendidikan tersebut. 

Karena, lanjut Thomas Dachi, sudah banyak laporan masyarakat tentang sikap arogansi dan mutasi kepala sekolah serta guru yang dilakukan keduanya.

"Belakangan ini, kedua Kacabdis tersebut telah bersikap arogansi dengan memutasi para guru dan kepala sekolah. Ini harus segera ditindaklanjuti karena sudah sangat tidak layak mereka menjabat sebagai Kacabdis Pendidikan," ketus Thomas. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini