Soal Gambar Surat Suara Paslon AMAN Hitam, Tim No 1 Minta KPU Beri Solusi Bukan Menyalahkan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Tuduhan Komisioner KPU Kota Medan atas adanya kesalahan Tim Pemenangan AMAN dalam memberikan foto surat suara, merupakan sebuah sikap yang tidak bijak. Karena dari awal, Tim Pemenangan AMAN tidak ada niat salah-menyalahkan. 

Demikian disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan AMAN, Wasis Waseso Pamungkas kepada wartawan, Jumat (20/11/2020). 

Wasis mengatakan, sejak surat suara tiba dan dipertontonkan surat suaranya di hadapan Forkopimda Kota Medan, baru diketahui hasil cetakannya hitam di Paslon no. 1 AMAN. Mengetahui itu, dan banyak fotonya beredar, dari awal Tim Pemenangan AMAN tidak menyalahkan KPU atau pun penyelenggara, karena kami hanya mau mencari solusi dari seluruh masalah yang ada. 

 Dalam penetapan specimen surat suara, dia mengungkapkan sejak awal foto yang diserahkan ada perbedaan dari sisi kecerahan, namun permasalahannya bukan di masalah tersebut. Melainkan, saat selesai dicetak, hasil cetakan di surat suara tidak sesuai dengan specimen yang disetujui Tim Pemenangan AMAN. Bahkan, hasil cetakannya itu sangat jauh berbeda, dan lebih merugikan pasangan calon Akhyar-Salman. 

 “Jadi kami sangat menyayangkan pernyataan komisioner KPU Medan yang hari ini beredar pemberitaannya di media dan menyalahkan kami. Kami lebih bersikap tidak mau cari salah menyalahkan, kami hanya mau cari solusi. Permintaan kami jelas, surat suara yang rusak segera diganti dan dimusnahkan secara bersama.sama,” ucapnya. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama, Pilkada Medan ini sudah menjadi sorotan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

 Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan AMAN, Drs H Ibrahim Tarigan meminta KPU Medan untuk tidak menggunakan foto pasangan calonnya yang terlihat gelap dibandingkan pasangan calon yang lain.

"Kami komplain tentang gambar yang wajah cerah, sekarang gelap. Jadi kita konfirmasi kebenarannya. Kalau itu gelap, kita tidak terima. Kita minta pemborong untuk mengulangnya kembali. Tadi ada bahasa butuh waktu, tidak. Saya siap buat ini semua, kita ganti. Jangan ada kesan ada hitam, atau putih. Walaupun ada motto, habis gelap terbitlah terang,” ucapnya usai meninjau sortir lipat surat suara di Gudang KPU Medan eks Bandara Polonia Medan.

 Ibrahim menilai, hampir seluruh surat suara yang ada terlihat gelap di gambar paslon nomor 1, Ir H Akhyar Nasution MSi - H Salman Alfarisi Lc MA. "Tadi kami lihat hampir merata, tapi ada iktikad KPU untuk merubah dan mensortir yang ada, kami anggap positif saja. Aman aman saja itu," bilangnya.

Untuk itu, Ibrahim meminta KPU Kota Medan bisa arif dan bijaksana dalam menyikapi ini. "Jelas merugikanlah. Biasanya paslon awak itu ganteng. Kalau yang namanya pemimpin dan ustad itu kan biasanya bercahaya wajahnya. Kalau dibuka oleh pemilih, bercahaya itu. Cuma saat ini, janganlah ada indikasi yang lain-lain," tukasnya. 

 Sementara itu, saat diwawancarai wartawan, Komisioner KPU Medan Divisi Teknis, M Rinaldi Khair melalui sambungan ponsel menegaskan, hal itu terjadi berawal dari kesalahan tim Akhyar Nasution-Salman Alfarisi sendiri.

“Itu sudah kita klarifikasi, dan tim pemenangan paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi diminta datang ke gudang KPU, dan mereka sudah melihat langsung. Tidak semuanya gelap, dan mereka juga menerima penjelasan dari kita,” ujar Rinaldi, Kamis 19 November 2020.

Rinaldi menuturkan, desain yang mereka (Akhyar-Salman) setujui sejak awal itu, ya memang seperti itu. “Desainnya memang seperti itu. Bukan gelap, tapi mereka memilih desain yang natural, wajahnya itu nampak natural. Sementara di paslon lain yakni nomor urut 2, itu desainnya dari awal memang sudah mencolok dan seperti over kecerahan gitu istilahnya,” beber Rinaldi.

Nah ketika dua foto paslon ini disandingkan, katanya, terlihat lah mana yang mencolok, mana foto yang natural. Dan natural ini menjadikan warnanya lebih tenggelam.

Dia menyebutkan, tim paslon nomor 1 juga mengakui awal mereka memberikan desain, dan KPU sudah mengingatkan ke LO Akhyar-Salman untuk mengganti foto, karena kapasitas fotonya terlalu kecil dan natural bila dibandingkan dengan paslon lainnya. “Itu kita sudah ingatkan di tanggal 1 atau 2 Oktober 2020. Dan mereka mengganti,” ungkapnya.

Kemudian di sekitar 7 Oktober 2020, Rinaldi mengaku menanyakan lagi apakah fotonya sudah pasti, dan mereka menjawab ada perubahan desain lagi. “Mereka sudah 3 kali menyerahkan desain dan 2 kali pergantian desain. Nah desain yang terakhir itu, mereka sudah yakin. Dan mereka juga sudah akui bahwa memang hasil desainnya yang natural, sehingga terjadilah kualitas yang jomplang ketika disatukan antara nomor 1 dan nomor 2,” terangnya.

Begitu pun, sambung Rinaldi, pihaknya juga mengakui yang namanya percetakan, ada yang bagus dan ada juga yang tidak sesuai.

“Tidak semuanya gelap. Nah surat suara yang rusak, yang tidak bagus atau terlalu buram, secara keseluruhan akan diganti. Dan percetakan siap untuk menggantinya Direncanakan pada Sabtu ini, penyortiran surat suara selesai dikerjakan. Tadi di gudang KPU, kita juga sudah jelaskan langsung ke tim kampanye yang bersangkutan, dan mereka menerima penjelasan dari kita,” ucap Rinaldi. (ds/lilik)

Share:
Komentar

Berita Terkini