Ratusan Member Korban Investasi Bodong, Hancurkan Rumah Owner BMW Cash

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Ratusan member korban investasi bodong kembali "menyerang" rumah orang tua Owner Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash, di Dusun 7, Desa Punggulan, Kec Air Joman, Kab Asahan. Kali ini, ratusan korban penipuan investasi "bodong"mengepung dan menghancurkan rumah dan melemparin seluruh kaca serta isinya hingga porak poranda, Jumat (13/11) sekira pukul 22:30 Wib.

Kedatangan ratusan massa itu,akibat tidak adanya kejelasan uang mereka yang selama ini mereka investasikan ke owner Dianto Prakoso Wijaya alias Sugianto alias Anto (39).

Beruntung, sejumlah personil dari Polsek Air Joman yang dibantu personil polres Asahan, segera datang meredakan amarah massa dengan melarang untuk tidak berbuat anarkis. Kalau tidak,bisa jadi rumah menjadi sasaran kekesalan massa.

Pantauan awak media ini dilapangan melihat, ratusan massa melemparin dan menghancurkan bunga dan kursi depan dan samping rumah orangtua owner hingga berantakan.

Bahkan,sejumlah pintu kaca depan dan samping terlihat pecah. Begitu juga dengan kursi dan meja serta bunga hias gantung dan pot bunga hancur berantakan.

"Kami mohon,jangan berbuat anarkis dirumah ini. Dan,jika Bapak-Bapak dan Ibu-ibu menjadi korban penipuan investasi BMW Cash. Mohon datang ke Polsek Air Joman,bawa bukti dan segera buat laporan pada polisi. Jangan saudara melakukan pengerusakan,karena ini bisa menjadi kasus pidana pengerusakan," tegas salah seorang polisi yang ikut meredakan amarah massa.

Setelah amarah massa dapat diredakan aparat kepolisian, sebahagian massa ikut langsung bergerak ke Mapolsek Air Joman untuk membuat laporan. Sebahagian masih menunggu rumah orang tua Owner.

"Cocoknya rumah keluarga penipu ini hancurkan. Karena rumahnya ini tidak sebanding dengan uang kami yang dilarikan si Sugianto," teriak Buk Ade salah seorang korban yang ditemui wartawan dilokasi.

Terpisah,Mislan Hidayat alias Alan (47) warga Siantar yang merupakan korban BMW Cash yang ditemui dailysatu,Jumat (13/11) di TKP, mengaku aksi massa korban investasi akibat kesal dengan sikap owner dan keluarga nya yang disinyalir sengaja menutupin keberadaan Sugianto alias Anto.

Pasalnya, setelah kemarin malam kami mendatangi rumah ini ramai ramai. Namun,ketika kami datang rumah ini sudah kosong dan penghuninya semua sudah hilang.

"Kemarahan rekan rekan korban investasi BMW Cash,akibat tidak ada kejelasan dari owner yang hilang begitu saja, setelah uang kami dilarikannya. Begitupun,Ibu dan adik si Anto hilang dari rumah ini.Makanya,semua rekan rekan ini melakukan tindakan yang melemparin rumah orangtuanya karena kesal dengan sikap mereka," ujar Alan.

Sementara,saat massa datang ramai ramai ke Mapolsek,terjadi keributan dan kerumunan massa di depan Mapolsek Air Joman. Dimana seorang Leader BWM Cash bernama Iwan Panjaitan,nyaris baku hantam dengan salah seorang member yang mencariinya.

"Iwan Panjaitan,mana uang kami yang kami setorkan pada kau. Pulangkan semua uang kami. Jangan kau lari,HP dan WA  kau matikan. Kau tanggung jawabin uang yang kami setorkan. Kalau tidak,kau yang kami laporkan. Bukti atas nama kau kami transfer dan serahkan," teriak Aseng ,salah seorang Ketua Ormas yang datang menggunakan seragam Ormas.

"Kita sama sama korban. Uang aku juga banyak tertanam masuk investasi BMW Cash sama si Sugianto (Owner,,red). Jadi jangan Aku kalian salahkan. Uang aku dan uang kalian semuanya aku setor sama si Anto. Jadi jangan aku kalian kejar kejar dan salah kan," sambut Iwan Panjaitan.

Melihat akan adanya insiden itu,Kanit Jatranras Polres Asahan,Ipda Mulyoto langsung melerai keduanya dan menenangkan massa yang mencariin Iwan Panjaitan.

"Sudah jangan ribut kalian di Mapolsek ini. Jika kalian punya bukti bukti transfer ke rekening dan rekening koran atas nama Sugianto. Silahkan kalian semua ke Polres Asahan buat laporan. Biar segera kami proses dan tangkap si Anto,karena kasus ini bisa kami proses jika ada laporan dari korban dibarengi dengan bukti dengan saksi saksi," tegas Mulyoto dihadapan ratusan massa.

Setelah beberapa jam terjadi kesepakatan, akhirnya semua massa pergi ramai ramai ke Mapolres Asahan untuk membuat laporan atas nama Sugianto.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini