Paoradda Nababan: Biaya Pemulasaran Jenazah Pasien Covid Pemborosan

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 


 dailysatu.com - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dr Poaradda Nababan menyoroti biaya pemulasaran (perawatan,red) jenazah yang terkonfirmasi positip Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19). Di mana, biaya pemulasaran di rumah sakit yang diketahui seluruhnya Rp3,5 juta per jenazah itu diklaim sebagai pemborosan.

"Biaya pemulasaran dengan protokol kesehatan dan pengawasan yang ketat petugas sebagai bentuk pemborosan biaya," kata Poaradda kepada Wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (12/11/2020).

Poaradda juga merespon Surat Menkeu RI No S-275/MK.02/2020 tentang satuan biaya penggantian atas biaya perawatan pasien penyakit infeksi emerging tertentu bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Berdasarkan surat Menkeu RI No S-275/MK.02/2020, biaya yang ditetapkan untuk pemulasaran jenazah Rp 550.000, kantong jenazah Rp100.000,  peti jenazah Rp1,75 juta,  plastik erat Rp260.000, desinfektan jenazah Rp 100.000, transport mobil jenazah Rp500.000 dan desinfektan mobil jenazah Rp100.000. Beban biaya pelayanan kesehatan atas penanganan bencana wabah Covid-19 ini diambil dari APBN maupun APBD.

Merespon itu, Poaradda membenarkan bahwa penanganan dan pemulasaraan jenazah penderita Covid-19 di Indonesia sudah diatur sesuai dengan protokol yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Ini dimaksudkan agar jenazah aman dan tidak menularkan virus Corona.

Namun dari pengamatannya, hingga kini tidak ada laporan dari negara mana pun diseluruh dunia mengenai kasus penularan virus Corona melalui jenazah.

Dia berpendapat, pasien yang sudah dinyatakan meninggal dunia tidak lagi dapat menularkan virus karena sel-sel tubuhnya sudah tidak berfungsi lagi. 

"Sehingga selain saya kira masyarakat tidak panik, perlu dipertimbangkan langkah-langkah penghematan agar pemulasaran tidak dilakukan berlebihan, dan kalau bisa dilakukan sebagaimana lazimnya mengkafani jenazah," tandas Politis PDI Perjuangan ini. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini