NasDem : Perlu Restorasi di Tubuh PDAM Tirtanadi

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com - Ketua Fraksi Partai NasDem yang juga Anggota Komisi C DPRD Sumut, dr Tuahman Fransiscus Purba mengaku prihatin terhadap kondisi PDAM Tirtanadi Sumatera Utara yang hingga kini belum mampu menyumbangkan pemasukan atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Sumut. Parahnya, perusahaan milik Pemprovsu tersebut hingga kini terus menuai banyak persoalan, mulai soal keuangan hingga kinerja direksi yang tidak maksimal.

"Untuk itu kita minta perlunya segera dilakukan restorasi atau gerakan perubahan di tubuh Tirtanadi. Kita ingin BUMD yang satu ini selain tujuannya memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat, kedepannya juga bisa menyumbangkan pemasukan bagi keuangan daerah," kata Tuahman kepada wartawan di ruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (10/11/2020).

Tuahman juga memaparkan sejumlah persoalan ditubuh Tirtanadi yang hingga kini belum mampu teratasi. Seperti, jelas wakil rakyat asal pemilihan Sumut 2 Medan B ini, persoalan sambungan dan jaringan pipa ke masyarakat, air kotor hingga belum tercapainya jumlah pelanggan hingga mencapai 80 persen.

"Anehnya persoalan klasik tersebut terus terjadi dan belum mampu teratasi hingga kini. Bahkan sejumlah dana penyertaan modal dari APBD Sumut, yang katanya bertujuan untuk peningkatan dan perbaikan ditubuh Tirtanadi, tapi hingga kini belum terlihat hasilnya menggemberikan," cetusnya.

Tuahman juga mengaku setuju jika Tirtanadi menerima dana penyertaan modal. "Tapi modal yang dikucurkan dari APBD Sumut tersebut harus benar-benar dipergunakan untuk peningkatan dan perbaikan di tubuh PDAM, bukan malah disalahgunakan," tukasnya.

Sebelumnya terpisah, kalangan masyarakat pelanggan di kawasan Jalan Seto dan Menteng 2 Medan, Kecamatan Medan Area dan Denai mengeluhkan kucuran air Tirtanadi di rumah mereka sangat kotor.

"Seperti air paret yang kita terima, warnanya hitam dan ada sedikit pasir atau lumpur," kata seorang pelanggan mengaku bernama Icha, warga Lorong Sipirok, Tegal Sari 2, Medan Area.

Dia mengaku air berwarna hitam tersebut diketahuinya sejak membuka kran air pada Sabtu (7/11/2020) Pukul 01.00 WIB.

"Saya lihat airnya hitam maka saya tidak jadi menampung air dan menunggu beberapa jam. Namun saat dibuka kembali pukul 05.00 WIB hingga 16.00 sore , airnya juga masih hitam," katanya.

Lebihlanjut dia mengaku, akibat kondisi warna air hitam dan kotor, dirinya terpaksa enggan mencuci pakaian dan mandi.

"Apalagi anak -anak saat melihat air berwarna hitam tersebut takut nelhatnya, sehingga tak mau mandi mereka," tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini