Edarkan Sabu, Satu Keluarga Ditangkap Polisi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com
- Pasangan suami istri bersama adiknya yang tinggal satu rumah di Dusun Sungai Dondong Desa Baganbilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara diringkus satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu karena jalankan bisnis narkotika jenis sabu, Minggu (22/11/2020). 

Hal itu dibenarkan Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Martualesi Sitepu direlies pers yang diberikan kepada wartawan, Senin (23/11/2020). 

"Penangkapan 3 pengedar sabu itu, menindaklanjuti pengaduan masyarakat Panai Hulu dan Panai Tengah kepada Kapolres melalui pesan WhatsApp,"ujar Kasat Narkoba.

"Kami mohon pak, di Kecamatan Panai Hulu narkoba masih menjamur, masyarakat sudah resah,"sebut Kasat Narkoba menirukan pesan yg diterima Kapolres Labuhanbatu.


Begitu mendapat laporan masyarakat, Kapolres kemudian menginistruksikan AKP Martualesi Sitepu melakukan penyelidikan untuk mencari tahu kebenaran informasi dimaksud. Kemudian, pada Minggu (22/11/2020) sekira pukul 15:00 WIB, personel Satresnarkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 1 Ipda Sarwedi Manurung, didampingi aparat desa menggerebek sebuah rumah warga di Dusun Sungai Dondong Desa Baganbilah, dari dalam rumah dimaksud, Satresnarkoba meringkus tiga orang, diantaranya pasangan suami isteri dan adik laki-laki.

"Satu keluarga ini diduga terlibat bisnis sabu di daerah pesisir Labuhanbatu itu,"papar M Sitepu.

Dijelaskannya, ketiga pelaku yang diringkus karena disebut-sebut berbisnis narkotika jenis sabu itu sudah ditahan di Mapolres, SH alias Unying (37) suami, warga Dusun Sungai Dondong, Desa Baganbilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu dan isterinya, EMW alias Wati (31) di kartu identitas tercatat penduduk Dusun VII Desa Sungai Pinang, Kecamatan Panai Hulu, dan PP alias Yogo (19) adik dari Unying, penduduk dusun IV Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu.

Sedangkan barang bukti yang disita dari Unying, yaitu 1 plastik klip transparan berisi sabu 6,03 gram brutto, 1 plastik klip kosong, 2 unit hp android Vivo warna hitam dan nokia warna putih serta uang tunai Rp 230.000. Sabu ditemukan dari bawah tempat tidur.

Kemudian dari tersangka Wati, isteri Unying, disita barang bukti 3 plastik klip transparan berisi sabu dengan berat brutto 2 gram dan 1 botol minyak rambut warna hitam. 

"Barang bukti Wati ditemukan di dekat mesin air disumur. Setelah diinterogasi, Wati mengaku mendapat sabu tersebut dari Unying," ujar Kasatres Narkoba Polres Labuhanbatu.

Barang bukti dari tersangka Yogo, 3 plastik klip transparan dengan berat brutto 2,71 gram, 1 botol minyak rambut warna biru, 2 hp masing-masing android Vivo warna hitam dan Samsung warna hitam. Barang bukti itu diselipkan di kandang ayam dan saat diinterogasi tersangka menyebut sabu miliknya diperoleh dari Unying.

"Barang bukti sabu yang ditemukan keseluruhannya seberat 10,74 gram. Unying juga mengaku sudah 3 bulan melakukan bisnis haram tersebut dengan omzet penjualan 10 gram per minggu, dengan keuntungan sekitar Rp3 juta per minggunya," papar M Sitepu.

Dari pemeriksaan, Unying juga mengaku bisnis haramnya dibantu isterinya, EMW alias Wati dan dibantu adik kandungnya, PP alias Yogo. Sedangkan, barang haram itu didapatnya dari seseorang berinisial B, warga Ajamu, Kecamatan Panai Tengah dipesan melalu hp.

"Namun, saat dilakukan pelacakan dengan menghubungi nomor hp B yang diberikan tersangka Unying, tidak aktif. Tersangka Unying, isteri dan adiknya dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun,"tandas AKP Martualesi Sitepu. (Ds/zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini