Covid-19 Tak Jadi Alasan Takut Hadapi Pilkada

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


 

DailySatu.com, Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) yang kini melanda Indonesia termasuk Sumatera Utara (Sumut) tak menjadi alasan bagi masyarakat untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada (9/11/2020  nantinya.

"Ketakutan yang bersumber dari dalam diri kita, justru menimbulkan gagal sikap ikut berpartisipasi pada pilkada nanti," kata Ketua Fraksi Partai NasDem Sumut, dr Tuahman Fransiscus Purba kepada wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjoi ke Madina, Minggu (8/1/2020).

Tuahman juga menjelasan demokrasi jadi sumber klaster penyebaran dan penularan pandemi itu. Tanda-tanda secara klinis itu, misalnya menghadapi ujian di sekolah, kalau ada siswa yang hendak buang air kecil dan muncul perasaan gelisah berlebihan, maka dia sejak awal sudah khawatir dan tidak siap," ucapnya.

Tuahman juga membandingkan dengan siswa yang tenang dan santai, maka dia akan siap menghadapi ujian, sehingga mudah-mudahan ujian dapat diselesaikan dengan baik.

"Begitu juga dengan pilkada, kita minta masyarakat lebih lebih positip karena Pemerintah sudah mengambil langkah dan antisipasi mencegah penyebaran Covid-19. Dengan pikiran yang positip, Pilkada diharapkan selain sukses, juga kecemasan akan munculnya klaster baru diharapkan tidak terjadi. Yang jelas patuhi protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker, Hand Sanitizer dan hindari kerumunan,” tuturnya. 

Dengan demikian, menurut Tuahman, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat tak berpartisipasi dalam hajatan demokrasi yang digelar serentak, termasuk di 23 kabupaten/kota di Sumut.

Terkait mngantisipasi penyebaran pada hari pencoblosan, Tuahman meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menyiapkan tempat cuci tangan, Hand Sanitizer di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kabupaten/kota.

"KPU kabupaten/kota diminta terus diminta sosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat hingga masyarakat memahami bahaya pandemi itu," terangnya seraya menambahkan bahwa saat ini yang jauh lebih penting adalah peranserta pasangan calon (paslon) bersama tim sukses untuk memiliki program pencegahan Covid-19, terutama ditujukan kepada masyarakat pemilihnya. Mereka perlu memiliki program bagaimana masyarakat sadar dan termotivasi untuk bersama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19," imbuhnya. 

“Bahkan kalau perlu paslon jadi pioner pencegahan penyebaran pandemi melalui berbagai program kampanyenya. Saya kira itu bisa dilakukan jika kita semua bertekad ingin menyukseskan pilkada yang digelar di tengah pandemi ini," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini