Benny Sihotang: Seluruh BUMD Pemprovsu Harus Diberikan Penyertaan Modal

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 

dailysatu.com - Penyertaan Modal wajib diberikan kepada seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Utara (Sumut), jika ingin melihat mereka sehat dan bisa menjalankan unit usahanya. 

"Kalau tidak diberikan penyertaan modal, bagaimana seluruh BUMD ini bisa berjalan. Lebih bagus Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi tutup saja seluruh BUMD ini," kata Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Benny Harianto Sihotang kepada wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (24/11/2020). 

Ditegaskan Benny, bahwa seluruh BUMD Sumut yang dipimpin direksi saat ini memang dalam keadaan 'sakit' akibat managemen direksi yang lalu-lalu.

"Sehingga direksi saat ini harus menjalankan perusahaan yang kondisinya seperti kapal mau tenggelam. Kalau memang mau dikejar pertanggungjawaban seluruh Direksi BUMD yang lalu-lalu, ya silahkan dikejar. Minta pertanggungjawaban hukum mereka," cetus politisi Partai Gerindra ini.  

Maka dari itu, lanjut Benny, yang harus diperhatikan adalah melakukan pengawasan dan pengawalan kepada seluruh BUMD yang telah diberikan penyertaan modal, agar tidak penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk keperluan usaha.

“Harus diakui saat ini tidak ada BUMD milik Pemprovsu yang sehat, termasuk Bank Sumut. Ayo kita buka-bukaan untuk Bank Sumut. Saya orang ekonomi. Paham saya. Karena itu, Bank Sumut harus diberikan penyertaan modal untuk mengembangkan unit usahanya, agar bisa memberikan PAD bagi Pemprovsu,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, penyertaan modal diberikan kepada seluruh BUMD seperti Bank Sumut mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar, PT Perkebunan sebesar Rp80 juta, PDAM Tirtanadi sebesar Rp11 miliar, PT Aneka Jasa Industri sebesar Rp6 miliar. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini