ASN, Kades, Kepling Diingatkan Tetap Netral di Pilkada Tapsel

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Tim Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Nomor Urut 1, Yusuf Siregar-Robby Agusman Harahap memperingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa (Kades), kepala lingkungan (Kepling) jangan berpihak dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang. 

"ASN, Kades dan Kepling diingatkan agar tetap netral dalam setiap tahapan Pilkada 2020 di Tapsel. Jangan merusak 'Pesta Demokrasi' yang tengah berjalan hanya untuk kepentingan pribadi, karena ha tersebut melanggar Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Kades bersama perangkatnya tidak diperbolehkan ikut terlibat dalam dukung-mendukung Paslon, karena mereka masuk dalam kategori pejabat negara yang memiliki kewenangan untuk memutuskan kebijakan," tegas Ranto kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi dailysatu.com, Rabu (25/11/2020). 

Dalam keterangan tertulis tersebut, Ranto juga mengingatkan kepada salah seorang Kepling berinisial NZ di Kecamatan Angkola Selatan agar berhenti menunjukkan keberpihakannya kepada salah satu Paslon. Karena kami memiliki bukti kuat bahwa beliau berpihak yang disampaikan melalui media sosial Facebook pribadinya. 

"Terkhusus kepala Kepling NZ kita peringatkan untuk berhenti berpihak kepada salah satu Paslon. Jika terua menunjukkan keberpihakan, maka akan kami laporkan," cetus Ranto. 

Perlu diketahui bahwa selain UU Nomor 10 Tahun 2016, terdapat peraturan lain yang mengatur netralitas ASN termasuk TNI, Polri dan Kades yakni UU Nomor 7 Tahun 2017, dan UU Nomor 5 Tahun 2014. Selain itu, juga terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004, serta Peraturan Bawaslu Nomor 21 Tahun 2018 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

“Jangan sampai kekuasaan digunakan sewenang-wenang dan menindas rakyat, kita berharap Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di Kabupaten Tapsel berjalan damai tanpa ada intimidasi dari siapapun termasuk pejabat ASN, Camat, Kades dan Kepling. Biarkan rakyat dengan bebas menentukan pilihannya sesuai dengan keinginannya," cetusnya. 

Tidak hanya itu, lanjut Ranto, pihaknya juga tengah menyoroti adanya dugaan intimidasi dari pejabat dalam Pilkada di Tapsel, serta telah menerima informasi bahwa ada penutupan jalan menuju PT ANJ di Binasari, Kelurahan Pardomuan oleh oknum tak bertanggungjawab. 

"Padahal selama ini jalan tersebut merupakan jalan yang biasa dilalui masyarakat Binasari untuk membawa hasil perkebunan dan persawahan. Akan tetapi akibat ada penutupan, maka masyarakat harus menempuh jalan lain sepanjang 15 kilometer yang sudah tentu akan membuat kerugian bagi masyarakat. Info yang kita dengar bahwa penutupan jalan itu dikarenakan masyarakat mendukung dan memilih Paslon tertentu," tandasnya. (rel/sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini