Truk Mitra PT TPL Dinilai Salah Satu Pemicu Rusaknya Jalan Saitnihuta

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Warga resahkan truk mitra TPL (Toba Pulp Lestari) pengangkut kayu eucalyptus melintas dari jalan Saitnihuta yang diduga melebihi kapasitas. Hal itu diungkapkan warga sekitar jalan Saitnihuta melihat kondisi jalan yang semakin rusak parah.

"Entah bagaimana pemerintah kita ini. Kok bisa truk melebihi kapasitas melintas dari jalan ini?. Padahal yang kita ketahui, kelas jalan Saitnihuta adalah kelas III C, dimana muatan maksimal 8 ton. Kita lihatlah akibatnya, sepanjang jalan ini rusak parah," ucap warga kepada wartawan, Selasa (13/10/2020), di salah satu kedai kopi di Desa Aek Lung.

Warga menilai, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yakni Dinas Perhubungan tidak mampu melakukan tugasnya yang terkesan ada pembiaran terhadap perusahaan raksasa tersebut. Dimana menurut mereka, bahwa truk pengangkut kayu eucalyptus selama ini salah satu yang mengakibatkan rusaknya sepanjang ruas jalan tersebut.

"Kami melihat, Dinas Perhubungan tidak bernyali untuk turun langsung, atau sudah ada main mata dengan perusahaan tersebut?," tanya warga.

Di tempat berbeda, Ketua Karang Taruna Desa Lumban Purba, bermarga Simamora didampingi pengurus lainnya meminta kepada PT TPL agar mematuhi aturan kelas jalan dan secepatnya melakukan perbaikan jalan tersebut. Dimana menurut mereka, truk pengangkut eucalyptus selama ini melintasi jalan tersebut yang diduga melebihi kapasitas.

"PT TPL harus bertanggungjawab atas rusaknya jalan di kampung kami ini. Jika tidak ingin kami turun untuk melakukan aksi, bekerjalah sesuai aturan kelas jalan," tegas mereka.

Mereka juga mengatakan, bahwa selama ini PT TPL kurang berkontribusi di desa tersebut.

"Sampai saat ini, kami melihat PT TPL kurang berkontribusi di kampung ini, baik itu di bidang sosial bahkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Desa ini, padahal ribuan hektar lahan di daerah ini dikuasai oleh TPL," kesal mereka.

Menanggapi hal itu, Humas PT TPL Jupri Sebuea saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Rabu (14/10/2020), tidak bersedia memberikan tanggapannya terkesan kurang bersahabat, dan meminta awak media konfirmasi dengan tertulis.

"Tertulis aja buat lae, kalau tidak ke Juliandri Hutabarat aja," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Humbahas Jaulim Simanullang saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020) mengatakan, bahwa pihaknya tidak ada main mata dengan PT TPL dan pihaknya akan pantau truk pengangkut kayu eucalyptus tersebut.

"Tidak ada main mata dishub dengan TPL, pengawasan untuk sementara dihentikan adalah karena konsentrasi tugas pada penanganan pandemic covid19 sejak bulan maret sampai saat ini, dan mungkin sampai bulan Desember nanti bersama tim pendisiplinan protokol kesehatan Satgas Covid19, namun pun demikian akan kami pantau hal yang dimaksud," jawabnya.

Diketahui, kelas jalan Saitnihuta adalah kelas IIIC, yakni jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. Jalan Saitnihuta juga akses jalan menuju beberapa desa, yakni Desa Purba Manalu, Desa Aek Lung, Desa Lumban Purba, Desa Saitnihuta, Desa Simarigung, Desa Sigulok, Desa Batunajagar, dan diketahui seluruh desa tersebut dilintasi truk mitra TPL.(ds/carlos)

Share:
Komentar

Berita Terkini