Sidang Sengketa Konsumen, Irian Market Kisaran "Mangkir" Panggilan BPSK Asahan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Asahan, menggelar sidang sengketa antara Zahir Ghufron Siregar melawan Irian Market & Dept store Kisaran, di kantor BPSK, Kamis (17/5/2020) sekira pukul 10:00 Wib.

Dalam sidang sengketa yang beragendakan mendengarkan esepsi pemohon, dipimpin Majelis Hakim Ir Guntar, dengan anggota M Idrus Tanjung SH dan OK Mohd Rasyid SE.

"Sidang kali ini untuk menindak lanjuti permohonan penyelesaian sengketa Konsumen Zahir Ghufron Siregar selaku konsumen, terhadap termohon terkait produk makanan berupa mie instan yang tidak ada memiliki izin BPOM," ujar Majelis Hakim Ir.Guntara saat membacakan esepsinya di persidangan. 

Menurut pihak pemohon dalam gugatannya, pemohon mengetahui adanya keganjilan di dalam mie instan merk Shogun dan Kaaro setelah belanja di Irian Market Kisaran. Setelah melihat kemasannya, tidak ada menemukan tanda izin BPOM di produk tersebut.

"Setelah mengetahui persoalan tersebut, Saya langsung melaporkan kasus ini ke pihak BPSK Asahan. Karena, saya nilai akibat tidak adanya izin dari BPOM. Dikhawatirkan komposisinya yang disinyalir tidak jelas, akan berpengaruh pada kesehatan konsumen yang  membeli dan mengkonsumsinya," jelasnya Pemohon Zahir Ghufron Siregar.

Pemohon juga berharap, pihak Irian Market menyetop produk - produk yang tidak memiliki Izin dari BPOM tersebut. Zahir Ghufron menuding pihak Irian Market Kisaran disinyalir telah menjual barang /produk yang tidak sesuai dengan standar kesehatan yang dikeluarkan oleh BPOM.

"Dalam hal ini, managemen Irian Market Kisaran dinilai telah melanggar Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha juga melanggar Undang-Undang No. 8 Tahun 1999. Akibatnya, pihak Irian Market Kisaran dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 milyar, " tegasnya pemohon.

Sementara, anggota BPSK Asahan, OK Mohd Rasyid SE ketika ditemui wartawan, Kamis (8/10/2020),usai sidang sengketa mengatakan,sidang kali ini untuk menindak lanjuti permohonan penyelesaian sengketa antara Zahir Ghufron Siregar selaku pemohon dan Irian Market Dept Store Kisaran selaku termohon. 

"Pihak pemohon melakukan gugatan terhadap termohon terkait ditemukannya produk makanan berupa mie instan merk Shogun dan Kaaro, yang dinilai tidak ada memiliki izin dari BPOM," jelasnya.

Dikarenakan pihak termohon (Irian Market Kisaran red) tidak menghadiri persidangan, lanjut OK Mohd Rasyid, maka pihak BPSK Asahan akan menggelar sidang lanjutan pada, Kamis (15/10) . 

"Sidang lanjutan direncanakan akan digelar pada minggu depan untuk mendengar jawaban dari termohon," ujar OK.Moch Rasyid SE mengakhiri.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini