Proyek Renovasi Pasar Tradisional Di Labuhan Bilik Sebesar Rp 1.659.068.400 Ditunda

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Pengerjaan proyek renovasi pasar tradisional di Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu dimenangkan CV Cahaya Kencana dengan anggaran sebesar Rp1.659.068.400 ditunda pelaksanaannya dan rencananya dibawakan pada tahun 2021.

Pengerjaan proyek yang dananya bersumber dari APBD Pemkab Labuhanbatu TA 2020 dengan nilai kontrak Rp1.659.068.400 terganjal, sejak dikeluarkannya surat edaran Pemkab Labuhanbatu dengan nomor 903/3516/1730/2020 tentang penundaan kegiatan fhisik.

Padahal, pedagang yang selama ini berdagang dipasar tradisional itu sudah dipindahkan dan pembongkaran tahap awal beberapa kios sudah dilakukan. 

Demikian dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) renovasi pasar tradisional Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah, Dedy Marnis menjawab wartawan diruang kerjanya, Kamis (1/10/2020). "Sampai saat ini belum kita tandatangani kontraknya, walaupun kios dipasar tradisional itu sebahagian sudah dibongkar," ucapnya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, proyek renovasi pasar tradisional di Labuhan Bilik kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu yang tendernya dimenangkan CV Cahaya Kencana dan kontrak kerjanya sampai saat ini belum ditandatangani.

"Sampai saat ini belum kita tandatangani kontraknya, walaupun kios dipasar tradisional itu sebahagian sudah dibongkar," ujarnya.

Lanjutnya lagi, begitu keluar surat edaran dari Seketariat Daerah Pemkab Labuhanbatu dan ditindak lanjuti surat Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, proyek tersebut yang isinya penundaan pelaksanaannya, PPK kemudian menghentikan semua kegiatan proyek sesuai isi surat.

Sedangkan nilai aset, sudah dinilai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kisaran, karena nilainya kecil jadi kita yang menjualnya dan saat ditawarkan, mereka bersedia membeli aset.

"Membongkar itu atas ijin secara lisan dari kita, karena mereka itu calon pembeli. Saat ditawarkan, mereka bersedia membelinya untuk digunakan kembali ke proyek tersebut. Seperti sengnya untuk dijadikan pagar proyek dan kayunya sebagai perancah," ungkapnya.

Disisi lain, Dedy juga menyebutkan bahwa kontraktor sudah membayar jaminan pekerjaan lima persen dari nilai kontrak sebesar Rp1.659.068.400. "Jaminan pekerjaan sudah dibayar CV Cahaya Kencana sebagai pemenang tender," paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara M Yusuf Siagian menjawab Wartawan dihalaman kantor DPRD menyebutkan, Rabu (30/9/2020), penundaan proyek fhisik itu berdasarkan keputusan menteri dalam negeri dan menteri keuangan. Anggaran APBD kita juga jadi pertimbangan dan menjadi alasan utama penundaan pelaksanaan proyek fhisik.

"Tahun kemarin, masih ada proyek yang belum dibayarkan, jadi selain masalah anggaran, juga mengacu kepada keputusan menteri terkait bencana alam pandemi Covid-19," terang Yusuf kepada sejumlah wartawan usai rapat paripurna digedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu. (ds/Zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini