Proyek Jalan Sipincur, PT API Diduga Tidak Mengindahkan Surat Kementerian PUPR

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
PT Akbar Perkasa Indonesia (API) diduga tidak mengindahkan surat Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam pelaksanaan proyek Pembangunan Jalan Sipincur CS.

Pasalnya, Proyek yang berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) itu diduga menggunakan material batu untuk pembangunan TPT dan saluran drainase hasil galian dari lokasi pekerjaan tersebut.

Padahal, dalam surat Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, bernomor PW.04.01/Bb2-WI2.S2.5/482, yang ditujukan kepada General Superintendent PT Akbar Perkasa Indonesia dan kepada Konsultan Supervisi Paket Pembangunan Jalan Sipincur Cs, telah ditegaskan agar tidak menggunakan material batu hasil galian proyek sebagai pasangan batu dengan mortar dan pasangan batu TPT, jika hal itu masih digunakan, proyek tersebut tidak akan dibayarkan.

Bukan hanya itu, sebagian material batu yang digunakan untuk pekerjaanh tersebut kuat dugaan dari galian yang tidak memiliki izin atau ilegal.

Pelaksana lapangan PT Akbar Perkasa Indonesia bermarga Simbolon, ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp nya, Senin (28/9/2020), dirinya mengakui bahwa pihaknya menggunakan material yang dilarang oleh pihak Kementerian PUPR tersebut.

"Memang kemarin itu sudah kita sampaikan sama sub kita yang ada di bakkara. Tapi kita tidak pungkiri ada sub kita yang pakai," ungkapnya.

Simbolon juga mengatakan, bahwa pihaknya menyerahkan kepada supplier untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

"Yang pasti kawan-kawan kitanya semua sub di lapangan," ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Sipincur Cs, Armanton Marajon Simanjuntak saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Selasa (13/10/2020) mengatakan,  bahwa surat yang dilayangkan kepada PT Akbar Perkasa Indonesia dalam pekerjaan pembangunan jalan sipincur adalah resmi, dan jika hal itu tidak diindahkan maka akan diberikan sanksi seperti isi surat tersebut. "Pekerjaan tersebut tidak akan dibayar," ucapnya.

Diketahui, Pembangunan jalan sipincur dikerjakan PT Akbar Perkasa Indonesia dengan pagu anggaran Rp. 36.492.050.000 di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.(ds/carlos)

Share:
Komentar

Berita Terkini