Jambret Handphone Di Simpang Asisi, 2 Anak Deli Tua Diamankan Polisi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Dua orang pria ini harus berurusan dengan pihak dan harus tidur di sel tahanan Polsek Deli Tua, untuk sementara.

Pasalnya, dua pria ini melakukan kejahatan jalanan dengan menjambret handphone milik korbannya seorang wanita bernama Indah Lestari Sinulingga (21) warga Jalan Anggrek Raya No.24 Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

Keduanya tersangka yang berhasil diringkus yakni berinisial BB (17) warga Lingkungan VI Gang Kebun Sayur, Kelurahan Deli Tua, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang dan D (20) warga Jalan Besar Deli Tua Gang Benteng No.107 Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Informasi yang dihimpun Jum'at (23/10/2020) sore menyebutkan, aksi penjambretan handphone yang dilakukan kedua tersangka. Dimana saat itu korban sedang berdiri dipinggir Jalan Setia Budi Simpang Asisi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, sambil memegang handphone merk LAVA IRIS 88 miliknya.

Di saat yang bersamaan datang kedua tersangka mengendarai sepeda motor honda  vario BK 6587 AGR, dan mendekati korban. Salah seorang tersangka berinisial D, langsung merampas handphone milik korban. 

Korban yang saat itu terkejut dengan sigap langsung menarik tangan salah satu tersangka dan keduanya pun terjatuh.

" Melihat itu korban langsung menjerit maling, hingga masyarakat langsung datang ke tkp," jelas Kanit Reskrim Deli Tua Iptu Martua Manik SH MH.

Tanpa di komandoi, masyarakat langsung menghakimi kedua tersangka. Untung nyawa kedua tersangka dapat di selamatkan. Saat bersamaan, petugas dari Unit Reskrim yang saat itu berpatroli langsung mengamankan keduanya.

Saat diintograsi keduanya mengakui perbuatannya, melakukan penjambretan terhadap handphone milik korban.

Mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka pun di boyong ke Mapolsek Deli Tua, untuk dilakukan proses lebih lanjut.

" Imbas perbuatannya kedua tersangka dikenakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tandas Martua Manik, sembari mengatakan korban sudah membuat laporan dengan LP /1171/ K / X / 2020 / SPKT / Sek Delta, Tanggal 23 Oktober 2020.(ds/wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini