Diduga Tak Netral, ASN Tapsel Dilaporkan ke Bawaslu

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


DailySatu.com - Kuasa hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Yusuf Siregar - Robby Agusman Harahap, Ranto Sibarani SH melaporkan dugaan pelanggaran netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN) ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tapsel, Kamis (15/10/2020).


Tidak tanggung-tanggung, Kuasa Hukum Paslon Nomor Urut 1 tersebut melaporkan Kepala Dinas, Camat, Kepala Desa dan Kepling di Tapsel yang diduga tidak netral dalam tahapan Pilkada serentak 2020. 

 

“Kami telah menyerahkan bukti-bukti foto yang menunjukkan ada Kepala Dinas, Camat, Kepala Desa dan Kepling yang berfoto dengan pose jari menunjukkan nomor urut Paslon tertentu, bahkan ada yang lengkap dengan poster atau gambar Paslon tertentu,” ujar Ranto Sibarani didampingi Kamaluddin Pane dan Arry Agassi melalui keterangan tertulisnya kepada awak media. 


Informasi yang diterima, pada hari itu juga, Tim Hukum Paslon Nomor Urut 1 tersebut membuat 3 laporan sekaligus, yang diterima oleh petugas Sekretariat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tapanuli Selatan Holit Panduara dan Fahrurozi Harahap. 


Selain melaporkan Aparatur Sipil Negara, Ranto Sibarani juga melaporkan penyelenggara pemilu yakni Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) ke Bawaslu Tapsel. 


“Tidak hanya itu, kami juga melaporkan penyelenggara Pemilu di Kabupaten Tapsel yang tidak netral” jelas Ranto.


Lebih lanjut Ranto menjelaskan bahwa ASN Aparatur harusnya netral karena telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS dan Perbawaslu Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pengawasan Netralisasi Pegawai ASN. 


"Kami juga akan kaji apakah ada tindak pidana yang dilakukan oleh ASN dalam ketidaknetralannya tersebut, karena ada indikasi ASN tersebut menggunakan dana bantuan pemerintah dengan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon tertentu, jika terpenuhi maka ami akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak Kepolisian.” 

Sebagaimana diketahui Pilkada Tapsel diikuti dua pasangan calon yakni nomor urut 1 Muhammad Yusuf Siregar-Roby Agusman Harahap yang diusung Partai NasDem dan Hanura. Kemudian paslon nomor urut 2 Dolly Putra Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran yang diusung tujuh parpol yakni PDIP, Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PKB, PPP dan PAN, serta didukung lima parpol nonkursi yakni PKS, Partai Perindo, Berkarya, PBB dan Partai Gelora. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu merupakan keponakan dari Syahrul Pasaribu, Bupati Tapsel selama dua periode 2010-2020," pungkasnya. 


“Kami berharap Bawaslu Tapsel menindaklanjuti laporan kami tersebut untuk memberikan rasa adil bagi peserta pemilu yang tidak memiliki akses untuk mengintervensi Aparatur Sipil Negara, kita tidak boleh membiarkan kekuasaan bekerja tanpa pengawasan, laporan kami tersebut juga merupakan perintah Undang-Undang, karena itu kami menunggu tindaklanjut dari Bawaslu," tandasnya. (rel/sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini