Diduga Sarat KKN, APH Diminta Periksa PPK & Kontraktor Proyek Peningkatan Jalan Siabaksa-Bakkara Humbahas

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Diduga ada main mata atau sarat KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) antara pihak kontraktor dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pengawas, Aparat Penegak Hukum diminta turun dan periksa proses pelaksanaan proyek Proyek Peningkatan Jalan Siabaksa-Bakkara Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KERISTA (Kinerja Rakyat Independen Sikapi Pemerintah), Maniur Purba didampingi pengurus lainnya, kepada wartawan, Rabu (21/10/2020). Dimana menurutnya, pelaksanaan proyek tersebut kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan didalam RAB dan Material yang digunakan diduga ilegal.

"Kita melihat tidak betul lagi pekerjaan tersebut, dimana sebagian material yang digunakan untuk pembangunan TPT dan saluran drainase dari hasil galian proyek itu juga, padahal sesuai keterangan pengawas yang kita ketahui jelas mengatakan bahwa tidak boleh digunakan dan harus di buang hasil galian itu," ungkap Maniur.

Maniur meminta, APH turun kelokasi dan periksa para  pihak pelaksana proyek yang berlokasi di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan itu.

"APH jangan diam saja, periksa proses pelaksanaan proyek tersebut dan periksa PPK dan Kontraktor nya. Kami menduga telah ada kong kali kong dalam proses pelaksanaan proyek tersebut," tambah Maniur.

Maniur juga mengatakan, pihaknya akan menguji kejelasan material yang digunakan pada proyek Pemprov Sumut yang senilai enam miliyar lebih tersebut.

"Kita akan bawa sampel materialnya untuk diuji ke lab. Apakah memang betul batunya dari luar lokasi. Jika dugaan kita benar, kita akan bawa ke ranah hukum dan pihak terkait harus bertanggungjawab atas hal itu," tegasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Jalan Siabaksa-Bakkara, bermarga Sianipar, saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Rabu (21/10/2020) mengatakan, bahwa dirinya dapat memastikan material batu yang digunakan dalam proyek tersebut dibeli dari luar lokasi. 

"Material dibeli dari luar, hasil galian proyek dibuang semua lae," ucapnya.

Lain halnya diungkapkan P Sihombing selaku pengawas proyek tersebut, kepada wartawan di lokasi proyek, Selasa (21/10/2020). Dirinya mengatakan, bahwa sebagian material batu digunakan dari lokasi itu juga.

"Didalam RAB dituangkan hanya batu keras dan jenis batu tidak disebutkan, jadi jika digunakan batu yang ada di lokasi tidak masalah, soalnya batu keras juga. Namun kita sarankan untuk dibuang, tapi jika kontraktor memakai, kita maklum karna kontraktor kan cari untung," ucap pengawas.

Diketahui, proyek ini dikerjakan oleh CV Alster dengan nama pekerjaan, Peningkatan Kapasitas Jalan Provinsi Ruas Jalan Siabaksa-Bakkara Batas Taput, nomor SPK:602/UPTJJ.DS-DMBK/Bang/34.010/1252/2020 dan nilai kontrak Rp.6.795.000.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2020.(ds/carlos)

Share:
Komentar

Berita Terkini