Bawa Lari Betor, Lingga Dirungkus Tekab Patumbak

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com
- Imanuel Pakto Lingga alias Nuel (21) warga Jalan Bajak V Kampung Coklat, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, harus mendekam di sel tahanan Polsek Patumbak.

Pasalnya, pria pengangguran ini diringkus Unit Reskrim Polsek Patumbak, Selasa 20 Oktober 2020, malam sekira pukul 21.30 wib,  yang lalu. Tersangka diringkus atas laporan 

LP/277/X/2020/RESTABES MEDAN/Reskrim Patumbak, tgl 20 Oktober 2020, dengan korban bernama Romulus.

Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza SIK MH, Selasa (27/10/2020) siang menjelaskan, aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka, terjadi Rabu 29 April 2020 sekira pukul 05.15 Wib. Saat itu tersangka sedang berada di simpang segitiga Jalan Menteng Medan. Kemudian, saksi Marko Panjaitan yang berprofesi sebagai penarik becak melintas dengan menggunakan betor korban.

Saat itu tersangka memanggil dan menyuruh untuk mengantar ke rumahnya di Jaln Bajak V Kampung Coklat Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. Setelah diantarkan, Marko pergi meninggalkan rumah tersangka. Namun, tersangka  mengejarnya sampai ke simpang. Tersangka menyuruh Marko berhenti di simpang dan disuruh menunggu.

" Tersangka ini berbohong bahwa ibunya ikut dan sempat menunggu ibu pelaku sekitar 20 menit di simpang," kata Arfin Fachreza.

Tersangka, kemudian mempunyai akal jahat dan menyuruh Marko memanggil ibu tersangka di rumahnya. Kerena tidak curiga, Marko pun pergi berjalan kaki. Saat Marko sedang berjalan, disitu tersangka menghidupkan betor dan melarikannya. Marko berusaha mengejar, karena terlalu kencang betor dibawa tersangka dan akhirnya Marko kehilangan jejak.

Marko pun langsung malaporkan kejadian itu kepada pemilik betor, dan olehnya langsung membuat laporan ke Polsek Patumbak.

Enam bulan dalam pancarian Polisi, akhirnya tersangka Nuel pun berhasil diringkus tidak jauh dari rumahnya. Ketika diintograsi tersnagka mengakui perbuatannya. 

" Becak tersebut dijualnya seharga Rp. 1 juta di kawasan Jalan Bromo Medan," ungkap Arfin.

Atas perbuatannya tersangka pun langsung diboyong ke Mapolsek Patumbak, untuk proses lebih lanjut.

" Tersangka pun di kenakan Pasal 378 subs Pasal 372 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," pungkasnya.(ds/wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini