10 Tahun Pimpin Simalungun, JR Saragih 'Wariskan' Jalan dan Jembatan Rusak

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com- 10 Tahun Pimpin Kabupaten Simalungun, JR Saragih dinilai 'gagal' dalam melakukan pembangunan di daerah yang HABONARON DO BONA tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya pembangunan yang belum tuntas di masa kepemimpinannya.

Penilaian itu dilontarkan Ketua NGO TOPAN-AD (Non Government Organization Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Siantar - Simalungun Marnaek Saragih, Senin (12/10/2020) di salah satu warung kopi seputaran kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya.




"Sepuluh tahun memerintah, JR Saragih dinilai gagal dalam pembenahan maupun pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Simalungun. Jalan Rusak atau yang sering dianonimkan  orang dengan sebutan JR,  jalan Rusak  masih banyak dijumpai pada seluruh kecamatan se Kabupaten Simalungun,"tegasnya.

Dikatakan, alasan luasnya wilayah kabupaten Simalungun  dan keterbatasan anggaran yang selalu dikatakan Pemkab Simalungun melalui Kepala Dinas PUPR, menurut Marnaek Saragih hanya merupakan tameng ketidakmampuan dalam perencanaan dan penempatan anggaran pemeliharaan maupun pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Simalungun.



"Dua periode memimpin Kabupaten Simalungun, JR Saragih belum bisa menuntaskan  (jalan rusak-red) di Simalungun," ujar Marnaek Saragih.

Maka dari itu, kepala daerah dalam hal ini Bupati Simalungun, seyogyanya harus lebih banyak berada di lapangan untuk memastikan infrastruktur jalan yang benar-benar butuh perbaikan maupun pembangunan.

"Sebenarnya masyarakat tidak menuntut jalan ke Nagori (Desa-red) harus hotmix, namun lebih kepada kelayakan jalan tersebut untuk kenyamanan dalam berkendara," ujarnya.

Seharusnya, dengan keterbatasan anggaran untuk wilayah yang lumayan luas, pihak PUPR Kabupaten Simalungun harus lebih fokus pada kegiatan pemeliharaan jalan dibanding pembangunan maupun peningkatan jalan yang nota bene lebih banyak menelan anggaran.

" Sehingga kondisi jalan di kabupaten simalungun masih banyak yang belum tersentuh sehingga  jalan jalan di siamlungun tersebut belum dapat di dituntaskan hingga  ke pelosok desa se Kabupaten Simalungun. (ES) 

Share:
Komentar

Berita Terkini