Zeira: Tunda Pilkada Demi Selamatkan Nyawa Manusia

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


DailySatu.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember 2020 mendatang, harusnya ditunda demi menyelamatkan nyawa manusia, karena dilaksanakan ditengah Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19). 


"Saat ini angka terpapar Covid di Sumut meningkat, lebih baik ditunda dan jangan pertaruhkan Hak Asasi Manusia (HAM) dan nyawa manusia. Jika memang belum ada langkah konkrit atau kebijakan pemerintah dalam mengurangi penyebaran Covid-19, sebaiknya Pilkada ditunda. Demokrasi tidak harus mengorbankan nyawa manusia,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Zeira Salim Ritonga kepada wartawan di ruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (24/9/2020).


Zeira menjelaskan, saat ini korban Pandemi Covid 19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal yang sama juga terjadi di Sumut yang jumlah kenaikan korban Covid 19. 


“Jika tidak ada penurunan bulan ini, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang mengutamakan HAM dengan menunda Pilkada. Jangan nanti terkesan dipaksakan tanpa kita melihat hak azasi manusia terkait nyawa seseorang,” tegas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 


Zeira juga menjelaskan, bahwa sebuah kebijakan bahkan produk hukum tidak lebih tinggi derajatnya dari HAM, terlebih lagi perhelatan pesta demokrasi seperti Pilkada juga tidak lebih tinggi nilainya dari nyawa manusia.


Karena, Sekretaris Fraksi Nusantara DPRD Sumut ini, Pandemi Covid 19 bukan lagi dipandang sebelah mata, sebab yang terkena tidak hanya di perkotaan tapi sudah sampai ke desa-desa. Sementara di desa-desa, tidak punya infrastruktur rumah sakit, bahkan banyak tenaga medis meninggal. 


“Pemerintah harus bisa melihat kondisi tersebut. Kita minta Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten/kota menunda Pilkada, karena terlalu berisiko dan sangat-sangat berisiko. Nyawa itu lebih diutamakan. Apapun produk Undang-undanga dan regulasi lainnya yang terpenting HAM diutamakan. Jangan sampai penyesalan dikemudian hari. Kalau nyawa sudah hilang tidak bisa diulang lagi, tapi pilkada masi bisa dilakukan kapan saja,” tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini