Warga Minta Pelaksanaan SG HKBP Agar Dikaji Karena Wabah Covid-19

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Sejumlah perwakilan masyarakat bersilaturahmi ke kantor pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), untuk menyampaikan permohonan agar Sinode Godang (SG) HKBP dikaji ulang dan tidak dilaksanakan di Taput. Ini disampaikan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat.

SG HKBP untuk memilih Ephorus baru dan pimpinan di HKBP, rencananya dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 di kompleks Auditorium HKBP Seminarium, Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon, Taput.

Ephorus HKBP, Oppui Pdt Dr Darwin Lumbantobing MTh, menerima langsung kedatangan sejumlah warga dari berbagai unsur perwakilan dan elemen masyarakat Taput, di gedung aula kantor pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Selasa (08/09/2020).

B Simanungkalit, seorang warga Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon, menyampaikan kepada Ephorus agar SG HKBP tidak dilaksanakan di Sipoholon.

Ia meminta agar lokasi perhelatan SG HKBP dikaji dengan mempertimbangkan segala aspek untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat.

"SG HKBP yang akan dilaksanakan bulan Oktober ini, diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari seluruh distrik yang ada di Indonesia. Baik itu dari wilayah kategori zona merah, sehingga penularan Covid-19 dalam kegiatan itu akan berpotensi terjadi," ungkap B Simanungkalit.

Hal senada dikatakan Tohom Lumbantobing, warga Kecamatan Tarutung. Ia juga meminta agar lokasi SG HKBP sebaiknya dipindahkan ke daerah lain.

Menurutnya, dengan peserta yang mencapai ribuan orang dari seluruh distrik, akan datang dan masuk ke Taput menghadiri perhelatan ini. Ini bisa memicu semakin meningkatnya terpapar Covid-19 di Taput.

"Kita datang menemui Oppui Ephorus HKBP, bukan ingin menyampaikan agar SG ini dibatalkan atau ditunda. Akan tetapi supaya tempatnya dipindahkan," Ujar Tohom.

Menyikapi permohonan perwakilan warga, Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing MTh sangat mengapresiasi positif permohonan warga Taput tersebut.

Ephorus menggambarkan permohonan warga tersebut sebagai dasar landasan. Menjadi menjadi support baginya dan akan diutarakan pada rapat rapat panitia SG nantinya.

Kekhawatiran warga akan penyebaran virus Covid-19 pada perhelatan SG HKBP masih dalam tahap wajar dan patut direspon.

Dijelaskan Ephorus, jumlah  peserta yang akan hadir dari 31 distrik yang ada di Indonesia, ada sekitar 1200 orang selain panitia kegiatan Dimana ada juga peserta dari daerah kategori zona merah.

Meskipun Ephorus yang menentukan kapan pelaksanaan SG HKBP tersebut. Tetapi karena adanya permohonan masyarakat dari berbagai kalangan, maka pelaksanaannya bisa dikaji kembali.

Ephorus mengakui, dirinya tidak bisa membuat keputusan sendiri untuk membatalkan, akan tetapi hal ini akan dibawa pada rapat-rapat panitia nantinya.

"Untuk memindahkan perhelatan tersebut tidak mungkin, yang memungkinkan adalah menunda SG HKBP karena melihat situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19 saat ini," jelas Ephorus.

Ephorus juga menyampikan pesan moral dan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga jemaat HKBP dimanapun berada, agar tetap menjaga kesehatan, disiplin dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Saya berharap, penerapan adaptasi new normal dalam kondisi zona merah sekarang, agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, selalu pakai masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak fisik dan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran dari Pemerintah," ucap Ephorus. (ds/Bisnur Sitompul)
Share:
Komentar

Berita Terkini