Terkait Kematian Anak SD Dibekas Galian C, LKLH Minta Dinas ESDM Provsu Cabut Izin Usaha

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Terkait adanya korban tewas di lubang bekas Galian C tanah urung di Dusun II Desa Tinggiraja Kecamatan, Tinggiraja Kabupaten Asahan, aktivis Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Asahan, mendesak dan meminta pihak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan tersebut.

Pasalnya, pengusaha tambang diduga kuat sudah melakukan pelanggaran pelanggaran dengan tidak melakukan SOP dan undang-undang Minerba dalam melakukan aktivitasnya. Sehingga menimbulkan korban jiwa dengan menewaskan seorang anak yang mandi mandi di lubang bekas galian di sekitar tambang.

"Kami minta dan mendesak aparat penegak hukum dan Dinas ESDM Provinsi Sumut, untuk segera melakukan pemeriksaan semua dokumen perusahaan tambang tersebut. Dan kami meminta semua pihak, agar menghentikan aktivitas pertambangan yang menewaskan seorang anak kecil ketika mandi mandi disana," ujar Seketaris LKLH Kabupaten Asahan,Adi Chandra Pranata SH kepada wartawan, Minggu (6/9/2020) di Kisaran.

Apalagi,kata Adi Chandara, kasus kematian di bekas bekas galian C itu, murni tidak pidana kelalaian pihak pengusaha yang dapat dipidana karena tidak melakukan Reklamasi (penimbunan bekas galian C),yang menyebabkan kematian pada warga sekitar.

"Pertambang adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah pertambangan. Jadi, jika pengusahanya tidak mengikuti aturan yang berlaku,bakal banyak korban jiwa nantinya disekitar usaha tambang itu," tegas Adi Chandara

Untuk itu,tambah Adi Candra,kami meminta pihak ESDM Provinsi untuk segera mungkin mencabut izin pengusaha tambang itu. Selain itu,kami juga meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pengusahanya karena sudah melakukan kesalahan.yang menyebabkan kematian.

"Usaha pertambangan galian C yang menyebabkan kematian itu sudah pidana. Seharusnya aparat penegak hukum segera menangkap pemilik dan menutup usahanya.
Apalagi pengusaha nya tidak melaksanakan SOP yang diterapkan oleh Dinas ESDM Provinsi Sumut. Untuk itu, kami minta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk segera menangkap pengusahanya dan mencabut izin Galian C nya," sebut Adi Candra.(Hendri)
Share:
Komentar

Berita Terkini