Tangkap Pembunuh Asiong, Tim Jatanras Polda Sumut Geledah Dua Rumah di Medan Utara

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Akhirnya Jatanras Polda Sumut berhasil menangkap parah pelaku pembunuhan terhadap Jefri Wijaya alias Asiong, warga Sunggal, Kota Medan. Yang jasadnya ditemukan di jurang dekat Desa Ndaulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Jumat (18/9/2020) dengan sejumlah  luka ditubuh.

Dari informasi yang diperoleh, pelaku yang berhasil ditangkap berjumlah 5 orang. Info ini didapat, saat tim Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan di dua lokasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan yang diduga sebagai tempat penyimpanan barang bukti, Selasa (22/9/2020) sekira pukul 08.00 WIB.

Kedua lokasi yang digeledah tim Jatanras Polda Sumut yakni Pasar IX lahan garapan, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kab. Deli Serdang tepatnya dibelakang kafe madu. Dan di Pasar 3 Timur Gang Alif, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Pengamatan wartawan, puluhan polisi berpakaian dinas dan preman terlihat melakukan penggeledahan di dua lokasi tersebut.

Sejumlah barang yang diduga sebagai alat dalam melakukan pembunuhan dibawah ole petugas.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari yang ditemui dilokasi mengayakan, pihaknya hanya melakukan pembekapan.

"Kita hanya mendampingi Jatanras Polda Sumut bang, mereka yang menangani kasusnya,"ucapnya.

Sementara itu, salah satu perwira Poldasu yang ada dilokasi enggan memberikan komentar saat ditemui wartawan.

"Nanti aj bang, kita masih melakukan pengembangan. Bapak  Kapoldasu yang berkompeten memberikan keterangan,"jelasnya singkat.

Sementar istri korban Lisa (34) kepada sejumlah media beberapa waktu lalu mengatakan kalau suaminya disiksa dengan cara dibakar hidup-hidup.

"Suami saya disiksa, dibakar hidup-hidup. Saya katakan demikian karena melihat bagian pahanya. Dalam badannya hancur. Begitu juga kepalanya," ujarnya.

Wanita yang mempunyai tiga anak itu pun mengisahkan kronologi terakhir kali ia berkomunikasi dengan Asiong.

Kata Lisa, sang suami pergi dari rumah untuk nongkrong di sebuah warung waralaba sekitar pukul 12.00 WIB.

"Setelah dari sana, saya telepon suami. Katanya dia mau ke showroom ambil mobil yang hendak dijual. Mobil Terios yang mau dijual. Terus suami pesan ke saya untuk sembayang, biar cepat laku mobilnya," ujar Lisa mengingat percakapan mereka kala itu.

Masih di hari yang sama, Lisa menceritakan ia butuh uang untuk membayar biaya renovasi kanopi rumah.

Namun, panggilan telepon via WhatsApp (WA) ke Asiong sebanyak 2 kali tak berbalas.

"Terus anak kami paling besar chat papinya dan dibalas. Terus saya bilang, kok aku telepon dan chat gak dibalas? Sekitar pukul 16.00 WIB, itu dia bales WA, dia bilang sedang lobi loh (jual Terios)," sebutnya.

Masih dikatakan Lisa, Asiong sempat pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB.

Namun, saat itu Lisa sedang tidur, sehingga tak sempat bertemu Asiong.

"Saya tanya anak-anak ke mana, enggak ada yang tahu. Sekitar pukul 19.00 WIB, kutelepon untuk jemput anak-anak, namun tidak diangkatnya," ucapnya.

Lisa menjelaskan, status WA suaminya terakhir online pukul 18.45 WIB.

Ia pun menunggu kepulangan suaminya hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Lisa mendengar suara seperti seseorang sedang menggunakan raket nyamuk. Kala itu, Lisa beranggapan bahwa itu adalah suaminya.

Biasanya suami saya di bawah nyelekat nyamuk dulu baru masuk kamar. Jadi udah kedengaran suara, dalam hatiku udah pulangnya ini. Jadi kutunggu, namun kok gak naik-naik. Perasaanku dia udah buka pintu, tapi pintunya gak terbuka dan gak ada dia," ujarnya.

Terkait kematian Asiong, Lisa mengaku telah dimintai keterangan oleh Polres Tanah Karo dan Polda Sumut.(HR/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini