Puluhan Milyar Dana Digelontorkan, Jembatan Sicanang Tidak Kunjung Terwujud

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Warga Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan sangat berharap  bangunan jembatan Titi II Sicanang, yang telah menelan biaya puluhan miliar rupiah dari APBD Kota Medan segera terwujud.

Pasalnya jembatan Titi II Sicanang yang sudah dianggarkan sejak 2017 hingga September 2020  itu sangat penting, karena satu-satunya sarana perhubungan masyarakat yang akan beraktivitas keluar Sicanang.

Anto salah seorang warga Sicanang mengatakan, sejak 2017 Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengerjaan Jembatan II Sicanang. Namun, hingga kini jembatan yang diharapkan warga tidak pernah terwujud bentuknya.

" Jembatan Sicanang itu merupakan jantung bagi warga, karena merupakan penghubung yang bisa dilintasi warga Sicanang untuk melakukan aktivitas keluar. Sicanang itu pulau, jadi jika tidak ada jembatan maka warga di Pulau Sicanang tidak bisa menyeberang keluar pulau," sebutnya. 

Padahal wilayah itu dihuni sekitar 1400 kepala keluarga, Itu belum termasuk ratusan usaha tambak udang dan ikan yang sangat membutuhkan jalur transportasi masuk dan keluar wilayah tersebut.

Menurut keterangan, sebelum Pemko Medan melakukan pengerjaan proyek jembatan Titi II Sicanang, sudah ada jembatan lama yang usianya sudah 30 tahun. Kondisi jembatan masih mampu dilintasi kenderaan berupa truk dan mobil. Anehnya setelah Pemko Medan membuat jembatan baru, petakapun dialami warga.

" Sejak tahun 2017 hingga kini, jembatan  yang direncanakan Pemko Medan tak kunjung ada. Sudah dua kali dikerjakan pembuatan jembatan pengganti, namun dua kali pula gagal total. Yang pertama fondasi hancur sebelum berbentuk jembatan. Begitu juga yang kedua," jelas warga Sicanang.

Kini tahun 2020 kembali Pemko Medan mengucurkan dana untuk membangun jembatan di atas sungai Belawan itu sebesar Rp. 14,2 Milyar. Sementara, dana sebesar Rp. 8 Milyar dari APBD tahun 2017, Rp. 13,6 Milyar di tahun 2018, dan 2019, tidak jelas kemana raibnya.

"Untuk 2019 saya kurang tahu besarannya berapa. Kalau di 2020 anggarannya sebesar Rp14, 2 Milyar," jelas Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah. 

Sementara, kontraktor yang mengerjakanya saat ini adalah PT Sejahtera Bahtera Indonesia (SBI) yang berkedudukan di Medan.(HR)

Share:
Komentar

Berita Terkini