Pilkada Serentak, DPRD Sumut Usulkan Pemungutan Suara Berjalan

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 harus dilaksanakan dengan efektif tanpa mengesampingkan protokoler kesehatan. Pasalnya, Pilkada kali ini diselenggarakan ditengah Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19). 


"Meskipun ditengah Pandemi Covid 19, Pilkada 2020 harus tetap dilaksanakan karena sudah diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Kita akan sampaikan hal ini kepada Pemerintah Pusat, DPR RI dan KPU RI," kata Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), DR Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, MSi, S.Si, kepada wartawan di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (24/9/2020). 


Dijelaskan Jonius, nantinya Komisi A DPRD Sumut juga ingin mendengar respon dari KPU RI terkait antisipasi lain jika Pilkada tetap berjalan ditengah Pandemi Covid 19. 


"Intinya kita inginkan ketegasan dari KPU RI terkait langkah dan antisipasi yang akan mereka buat pada Pilkada serentak ditengah Pandemi Covid 19," tegas Politisi Partai Perindo ini. 


Pria yang akrab disapa JTP ini juga mengungkapkan pada saat bertemu dengan KPU RI nantinya, Komisi A DPRD Sumut pihaknya akan mengusulkan secara teknis agar pelaksanan proses pemungutan suara dilakukan dengan mendatangi langsung rumah penduduk yang telah memiliki hak pilih dan terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Sehingga tidak membuka peluang terjadinya kerumunan orang. 


"Sampai saat ini angka terpapar kasus Covid semakin meningkat, khususnya di Sumut. Jika pada Oktober 2020 mendatang tidak ada penurunan, maka kita usulkan agar pemungutan suara dilakukan secara 'jemput bola' ke rumah-rumah masyarakat yang tentunya melibatkan TNI/Polri, Bawaslu, para saksi dan protokoler kesehatan agar tidak terjadi dugaan kecurangan Pilkada," ujarnya. 


JTP menyebutkan, pemungutan suara dimaksud tidak lagi dilokasi yang sudah ditentukan, melainkan dilokasi perumahan penduduk dan berpindah-pindah. 


"Yang berbeda tentu saja, penyelenggara Pilkada disarankan membawa kendaraan dan perangkat lainnya ke lokasi pemungutan suara. Ada pun yang menentukan lokasi pemungutan suara tergantung keputusan KPU kabupaten/kota, yang penting steril dan tidak ada konsentrasi massa. Yang jelas, pake masker, gunakan hand sanitizer, jaga jarak dan jam-jam pemungutan suara tidak sekaligus tetapi bertahap," imbuhnya. 


Terkait tahapan lanjutan Pilkada yang mulai dilakukan mulai minggu ini, JTP kembali menegaskan kepada tim paslon atau KPU kabupaten/kota untuk menghindari kerumunan massa.


"Untuk kampanye, kita sudah lama usulkan agar menggandeng media sosial atau tatap muka virtual, sehingga kontak fisik dengan masyarakat dapat terhindari," ucapnya.


Politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini juga menerangkan bahwa usulan tersebut disampaikan dan perlu mendapat perhatian, karena hingga ini, belum tampak tanda penurunan korban terpapar, atau meninggal akibat pandemi itu.  


"Kita juga akan sampaikan kepada KPU RI kondisi terakhir seluruh tahapan Pilkada serentak yang diikuti 64 pasangan calon dari 23 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak di Sumut dan gencarnya desakan agar pesta demokrasi itu ditunda dengan alasan Covid-19," tandasnya. (sus).

Share:
Komentar

Berita Terkini